Kualitas Kerja Profesional Generasi Muda Indonesia Menjadi Prasyarat Untuk Ikut Masuk Peradaban Baru Indonesia Emas Tahun 2025


Kualitas Kerja Profesional Generasi Muda Indonesia Menjadi Prasyarat Untuk Ikut Masuk Peradaban Baru Indonesia Emas Tahun 2025

Oleh : Jacob Eteste
Wartawan Lepas

Sikap profesional itu bukan hanya dalam penampilan — apalagi sekedar pencitraan — karena yang lebih utama dari sikap dan sifat profesional itu adalah keteguhan batin dan komitmen melakukan pekerjaan secara baik dan benar serta bertanggung jawab. Karena itu, sikap dan sifat mental seorang yang profesional itu jelas mencerminkan integritas dan kualitas dalam hasil kerjanya yang nyata penuh tanggung jawab dalam semua tindakan dan perbuatannya.

Oleh karena itu, komponen terpenting yang diperlukan ialah menguasai bidang pekerjaan secara teknis dan bersedia untuk belajar serta terus memperbaiki cara kerja hingga hasil pekerjaan yang bermutu sesuai dengan yang direncanakan semula.

Sedangkan disiplin diri dengan sendirinya harus dapat dibuktikan dari perencanaan waktu — janji — seperti yang telah disepakati sejak awal. Minimal disiplin dalam menjalankan tugas pekerjaan yang telah menjadi bagian dari tanggung jawab yang harus diselesaikan.

Takaran integritas pun dalam kerja yang profesional harus dimulai dari sikap dan sifat yang jujur, dapat dipercaya untuk menunaikan amanah dan tidak mengedepankan kepentingan pribadi dalam bentuk apapun, kecuali tetap teguh pada etika kerja yang profesional.

Makna dari tanggung jawab bagi pekerja profesional adalah sanggup dan siap menerima semua konsekuensi logis dari semua keputusan hingga hasil pekerjaan yang dilakukan. Sehingga tinggal membangun respek yang baik terhadap pihak manapun, terutama pada rekan atasan hingga bawahan serta klien yang harus dan wajib mendapat perlakuan yang baik. Untuk kemudian, mampu menjalin komunikasi yang positif dalam penyampaian ide maupun gagasan hingga usulan dengan jelas, dan terbuka terhadap kritik untuk tetap menjaga kerjasama yang baik dan menyenangkan.

Kemampuan ekstra dalam cara kerja yang profesional tidak kalah penting bersikap adaptif untuk menghadapi perubahan yang mungkin terjadi di luas Skenario atau rencana program yang telah dirancang sebelumnya. Sehingga tidak kaku dan bersifat lues untuk menerima perubahan yang terjadi — baik disengaja atau tidak — sehingga dapat bersikap tenang dan menyenangkan. Baik untuk orang lain — yang terkait dengan pekerjaan itu — maupun untuk diri sendiri.

Begitulah etis untuk menjaga budaya kerja yang profesional, agar tidak sampai melanggar atau menyalahgunakan wewenang maupun kekuasaan.

Oleh karena itu, sikap rendah hati — tidak sombong dan ugahari — sesungguhnya merupakan bagian dari nilai tambah cara kerja yang profesional — tanpa perlu berharap terhadap pujian yang dapat membuat kepuasan yang sesungguhnya tidak diperlukan.

Agaknya, hanya dengan cara seperti itu kualitas kerja yang profesional dapat terus ditingkatkan, baik kualitas maupun kuantitasnya. Maka itu, orientasi dari cara kerja yang profesional itu harus diarahkan pada cara kerja dan hasil kerja yang memuaskan, tidak mengecewakan, terutama untuk diri kita sendiri hingga pihak yang harus kita layani itu, pasti terpuaskan juga.

Inti pokok dari upaya membangun sikap kesadaran dari cara kerja yang profesional ini adalah untuk memproyeksikan kemampuan generasi muda hari ini — yang tinggal 20 tahun lagi — akan segera memasuki era Indonesia emas pada tahun 2045, agar tidak menjadi sampai membuat Indonesia semakin cemas atau mencemaskan diri kita yang sekedar ingin menyaksikan saja, karena yang pasti — kalau pun kita berumur panjang — apa mungkin kita masih dapat menikmati suasana saja — yang mungkin ketika itu sudah serba gemerlap, tidak lagi dapat terimbangi oleh usia kita yang sudah tersandar pasrah di ujung senja.**


Banten, 22 Juli 2025

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!