Direktur Politeknik Negeri Indramayu Resmi Buka Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KAA) Batch 2

Direktur Politeknik Negeri Indramayu Resmi Buka Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KAA) Batch 2


INDRAMAYU-JAYA NEWS.COM –
Kemajuan teknologi kecerdasan buatan Artificial Intelligence(AI) saat ini membawa dampak yang sangat terasa di berbagai sektor kehidupan. Artificial Intelligence(AI) diklaim dapat mempermudah pekerjaan manusia, namun pengajar dan generasi muda harus lebih bijak dan selektif dalam penggunaan AI. Karena informasi yang diberikan AI tidak sepenuhnya tepat dan benar.

Lembaga Penyelenggara Diklat (LPD) Politeknik Negeri Indramayu,menggelar kegiatan Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) Batch 2.

Kegiatan tersebut resmi dibuka langsung oleh Direktur Politeknik Negeri Indramayu, Ir. Rofan Aziz, S.T.,M.T.,IPM beserta jajaran Direksi Politeknik Negeri Indramayu.Berlangsung dari hari Senin -Jumat, tanggal 14 s/d 18 Juli 2025 bertempat di Gedung Student Center(GSC) Politeknik Negeri Indramayu.

Ketua Pelaksana sekaligus Kepala Unit Pelaksana Akademik (UPA) Laboratorium Terpadu,Moh. Ali Fikr menjelaskan, Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) Batch 2 ini diikuti oleh 71 peserta yaitu 17 peserta berasal dari guru tingkat SMA atau SMK dan 54 peserta lainnya berasal dari guru tingkat SD. Pada kegiatan ini Lembaga Penyelenggara Diklat (LPD) Politeknik Negeri Indramayu membuka 3 kelas yaitu, 2 kelas untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan 1 kelas untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Adapun kegiatan pelatihan serupa sangat menarik perhatian para guru di Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) yang berfokus di bidang teknologi informatika. Oleh karena itu kedepannya peserta pelatihan yang berasal dari tingkat SMA atau SMK akan lebih banyak lagi.

Kemudian pada pembukaan Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) Batch 2 ini Lembaga Penyelenggara Diklat (LPD) Politeknik Negeri Indramayu turut serta mengundang perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu dan KCD wilayah IX Provinsi Jawa Barat yang diwakilkan oleh Dr. H. Asmadi, M.Si. selaku Pengawas Sekolah Ahli Madya Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX Provinsi Jawa Barat.

Pada kegiatan pembukaan Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) Batch 2 tersebut beliau memberikan materi seputar kebijakan pembelajaran berbasis deep learning, ujar ketua pelaksana Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) Batch 2.

KCD Wilayah IX Provinsi Jawa Barat mengucapkan terima kasih kepada Lembaga Penyelenggara Diklat (LPD) Politeknik Negeri Indramayu, yang telah memfasilitasi kegiatan Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA).

” Diharapkan, para guru dapat menguasai pembelajaran yang diikuti, sehingga dapat meningkatkan kompetensi sebagai seorang pengajar serta dapat membagi materi yang telah didapat selama pelatihan kepada sesama pengajar di tempatnya masing-masing,” harap Dr. H. Asmadi, M.Si. selaku perwakilan KCD wilayah IX Provinsi Jawa Barat.

Sementara itu Peserta Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KAA) 2 ,Hendra Eko Sutejo peserta perwakilan UPTD SDN 1 Juntikebon mengatakan,
kegiatan pelatihan, seperti ini sangat dibutuhkan oleh para pengajar atau guru di tingkat Sekolah Dasar (SD), karena diera teknologi kecerdasan artifisial atau AI jangan sampai seorang pengajar tidak lebih pandai dari siswa didiknya perihal teknologi kecerdasan artifisial, namun para pendidik atau pengajar harus dapat memberikan pemahaman kepada siswa untuk tidak seratus persen mengandalkan AI dalam kehidupan sehari-hari.

Samro, perwakilan UPTD SDN Sukawera menambahkan,
Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) Batch 2 sangat dibutuhkan oleh para pengajar atau guru dilingkungan SDN Sukawera. Adapun dengan pelatihan seperti ini para pengajar atau pendidik dapat meningkatkan kompetensi dibidang AI dan membantu meningkatkan dunia Pendidikan khusunya di tingkat Sekolah Dasar (SD).

Wadi Nuryadi peserta perwakilan SMKN NU Kaplongan Karang Ampel turut menambahkan,
kebutuhan pelatihan atau bimtek IT sangat dibutuhkan oleh para pengajar, karena tidak semua guru mengerti memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial.

“Saya sering memanfaatkan kecerdasan artifisial untuk mencari sebuah informasi tambahan terkait dunia Pendidikan,” pungkasnya.**


Wari

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!