Lawan Gadget, Lakpesdam PCNU Indramayu Hidupkan Lagi Permainan Tradisional

Lawan Gadget, Lakpesdam PCNU Indramayu Hidupkan Lagi Permainan Tradisional


INDRAMAYU-JAYA-NEWS.COM-Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Indramayu melalui Program Inklusi menggelar kegiatan Kelas Inspiratif dan Pertemuan Rutin Forum Anak: Mengenal Kembali Permainan Anak Tradisional, di Taman Tugu Perjuangan Simpang Lima Indramayu, Minggu (25/10/2026).

Kegiatan ini diikuti Forum Anak dari empat desa, yakni Desa Terusan, Panyindangan Kulon, Panyingkiran Lor, dan Lamarantarung, bersama Generasi Muda Indramayu (GEMUYU).

Ketua Lakpesdam PCNU Indramayu, Ali Ma’nawi yang akrab disapa Almak mengatakan, kegiatan ini menjadi ruang belajar bagi anak-anak untuk mengenal kembali permainan tradisional sekaligus memperkuat interaksi sosial, kreativitas, dan kebersamaan di tengah gempuran teknologi digital.

Ia menyebut tema HSN 2026 “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri” sangat relevan untuk menanamkan wawasan tradisi yang kuat menuju Indonesia Emas 2045.

“Peringatan HSN bukan hanya momentum mengenang peran santri dalam perjalanan bangsa, tetapi juga kesempatan menanamkan nilai kebersamaan, gotong royong, kedisiplinan, dan kepedulian kepada generasi muda. Anak-anak diajak belajar dengan cara menyenangkan sekaligus mengenal permainan tradisional yang menjadi bagian kekayaan budaya kita,” ujar Almak.

Selain peringatan HSN, kegiatan ini juga menjadi momentum pertemuan rutin Forum Anak untuk memperkuat komunikasi, partisipasi, dan jejaring antar anak dari berbagai desa.

“Lakpesdam PCNU Indramayu terus mendorong penguatan peran masyarakat dan generasi muda dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pemenuhan hak anak. Upaya ini juga sejalan dengan pentingnya pencegahan perkawinan anak melalui peningkatan pengetahuan dan penyediaan ruang bagi anak untuk belajar dan merencanakan masa depan,” jelasnya.

Sementara itu, Koordinator Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Perpustakaan Nasional RI Lokus Indramayu, Ahmad Khoeri sebagai pemateri menjelaskan, permainan tradisional tidak sekadar hiburan, tetapi media pembelajaran yang mendorong anak berkomunikasi, berkolaborasi, menghargai aturan, dan mengelola emosi.

“Permainan tradisional menyimpan banyak nilai pembelajaran. Anak-anak bisa belajar bekerja sama, mengikuti aturan, menghargai teman, dan menerima hasil permainan dengan sikap sportif. Hal-hal sederhana seperti ini penting untuk membangun karakter anak,” ujar Khoeri bersama Anggota GEMUYU, Ruriasti Anggun Maulia.

Dengan kegiatan ini, anak-anak Indramayu diharapkan semakin mengenal kekayaan budaya lokal, memperkuat persahabatan lintas desa, serta tumbuh menjadi generasi berkarakter dan peduli.

Penulis : Wari
Editor : Nuryaji
——-

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!