Penguatan Lintas Program dan Lintas Sektor, Kunci Kesuksesan Pelayanan Kesehatan Primer dan Tekan AKI-AKB

Penguatan Lintas Program dan Lintas Sektor, Kunci Sukseskan Pelayanan Kesehatan Primer dan Tekan AKI-AKB.


Indramayu-JayaNews.Com – Upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) terus diperkuat melalui strategi Penguatan Lintas Program dan Lintas Sektor (LP/LS) dalam Implementasi Program Pelayanan Kesehatan Primer dan Komunitas.

Program ini menjadi fondasi penting untuk memastikan setiap ibu hamil, ibu bersalin, dan bayi baru lahir mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, berkesinambungan, dan terintegrasi mulai dari tingkat keluarga hingga fasilitas kesehatan.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Titing menjelaskan, penguatan LP/LS bukan sekadar seremonial, melainkan kerja nyata. Lintas Program meliputi sinergi antara program KIA, Gizi, Promosi Kesehatan, P2P, dan Kesehatan Lingkungan di internal Puskesmas. Sementara Lintas Sektor melibatkan kerja sama aktif dengan Kecamatan, Desa/Kelurahan, Kader Posyandu, PKK, tokoh agama, dan sektor swasta.

“Kematian ibu dan bayi tidak bisa ditangani oleh sektor kesehatan saja. Harus ada kolaborasi. Misalnya, ibu hamil risiko tinggi tidak terdeteksi kalau kader posyandu tidak aktif, kalau suami siaga tidak peduli, kalau desa tidak menyiapkan ambulans desa,” ujarnya dalam kegiatan Workshop Penguatan LP/LS, Kamis (22/10/2026).

Fokus Implementasi di Tingkat Primer dan Komunitas:.

1. Pelayanan Primer yang Komprehensif:
Puskesmas memperkuat ANC (Antenatal Care) terstandar 6 kali, USG oleh dokter, serta penjaringan ibu hamil KEK dan anemia.
3. Pemberdayaan Komunitas:. Mengaktifkan kembali peran Kelas Ibu Hamil, Posyandu Prima, dan kunjungan rumah oleh kader untuk pemantauan ibu dan bayi.
4. Sistem Rujukan yang Responsif: Memastikan adanya sistem rujukan terencana, termasuk pendampingan oleh bidan dan kesiapan donor darah.
5. Edukasi dan Pencegahan:
Edukasi gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pentingnya persalinan di faskes, dan inisiasi menyusu dini.

Dengan penguatan LP/LS ini, diharapkan deteksi dini kehamilan berisiko dapat dilakukan lebih cepat, cakupan pelayanan meningkat, dan tidak ada lagi ibu dan bayi yang terlambat mendapatkan pertolongan.

“Target kita jelas, zero kematian ibu dan bayi yang dapat dicegah. Kuncinya ada di kebersamaan. Sehat dimulai dari keluarga, dari komunitas,” tutupnya.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Kepala Puskesmas, Bidan Koordinator, Promkes, serta perwakilan lintas sektor dari unsur Kecamatan dan Desa.

Penulis : Wari
Editor : Nuryaji
——

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!