Istiqosah dan Lounching Road Show Gelar Tikara Refleksi Hari Santri 2026 di PC NU, Jakarta Utara, 18 Oktober 2026 yang diselenggarakan oleh Lesbumi (Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia), Jakarta Utara.
Akmal dari Laspedam hadir dalam acara Refleksi Hari Santri ini dengan nara sumber tamu Sri Eko Sriyanto Galgendu yang dikenal sebagai Wali Spiritual Nusantara.
Spiritualitas itu berada di samudra jiwa setiap manusia, karena itu kualitas dan daya pukaunya ada di kedalaman jiwa atau batin yang terasah dalam pengembaraan spiritual yang terus berproses menuju kematangan yang sempurna, ungkap Nurrohim selaku penggagas acara dalam membuka acara di halaman PC NU, Jakarta Utara, Jl. Ktamat Jaya, Kompleks UKA Tugu Utara, Kojs. Jalarta Utara, para 18 Oktober 2026.
Kekuatan Raja dan Wali seperti yang telah dirintis oleh Gus Dur secars simbolis telah dimulai dari Kudus, sebagai kota Raja dan kota Wali yang menjadi satu tarikan nafas dengan sebutan Rajawali yang berperan dalam membangun budaya dan kepribadian bangsa Indonesia berbasis agama untuk memasuki peradaban yang semakin. mengglobal bagi manusia di muka bumi yang bersifat universal di masa mendatang, papar Sri Eko Sriyanto Galgendu dalam tausiahnya yang berbasis spiritual.
Kearifan spiritual Nusantara, intinya Tuhan itu dipahami dalam wujud satu, tunggal dan esa sebagai sesembahan dengan cara keyakinan agama masing-masing, karena Tuhan selalu hadir pada setiap waktu dan disetiap tempat, kata Sri Eko Sriyanto Galgendu dalam tausiah akhirnya para Istiqosah yang diselenggarakan oleh Lesbumi. Dan ,”Kitab MA HA IS MA YA” sebagai bukti bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa spiritual yang pantas menjadi pusat gerakan kebangkitan kesadaran dan pemahaman, sekaligus pemimpin spiritual di dunia.
Dipenghujung acara yang telah disepakati akan berlangsung rutin minimal setia tiga bulan ini untuk lebih memperjelas peran Lesbumi dalam berkiprah menjadi penuntukln bagi umat manusia melalui seni dan budaya yang mengedapankan nilai-nilai kemanusiaan dan Ketuhanan untuk kebaikan umat manusia yang memiliki etika, moral dan akhlak mulia yang telah diberkahi oleh Allah SWT, agar setiap manusia dapat terus menerus berbuat baik di muka bumi. Dan penyerahan “Kitab MA HA IS MA YA” kepada sekumlah tokoh NU dengan segenap pengurus organisasi turunannya diberikan langsung oleh Sri Eko Sriyanto Galgendu sebagai bagian dari dukungan terhadap NU maupun aktivis serta pengurus Lesbumi untuk lebih giat memajukan seni dan budaya di Indonesia yang lebih khas memiliki kstakter Islam yang kuat.
Koja, Jakarta Utara, 18 Oktober 2026
——
![]()
