INDRAMAYU-JayaNews.com – Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) berhasil merancang bangun SIPANTAU, Sistem Informasi Analitik Timbulan Sampah Nasional berbasis web yang dapat diakses untuk umum.
Aplikasi SIPANTAU merupakan hasil Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Tim Dosen Jurusan Teknik Informatika Polindra. Tim ini diketuai oleh Fauzan Ishlakhuddin dari Prodi Sarjana Terapan Sistem Informasi Kota Cerdas. Anggotanya adalah Lisna Desanti dan Ferli Septiana, keduanya dosen Prodi Sarjana Terapan Rekayasa Perangkat Lunak.
Hal tersebut disampaikan Fauzan kepada awak media, Kamis 10 September 2026 di Kampus Polindra.
“Pengelolaan data timbulan sampah nasional memerlukan sistem yang mampu mengintegrasikan data historis dan menyajikannya dalam bentuk informasi yang mudah diakses dan dianalisis. Data SIPSN tersedia menurut tahun dan wilayah administratif, sehingga analisis lintas tahun memerlukan proses integrasi dan standardisasi tambahan,” ujar Fauzan.
Dalam penelitiannya, tim menggunakan Design Science Research Methodology (DSRM) sebagai kerangka dan pengembangan aplikasi dilakukan secara iteratif dengan pendekatan Agile. SIPANTAU dibangun menggunakan Flask dan MySQL serta mengintegrasikan data SIPSN periode 2019–2025.
Sistem ini menyediakan fitur pengelolaan dataset, penyaringan wilayah dan tahun, visualisasi data historis, modul analitik, administrasi data, hingga ekspor hasil.
Hasil pengujian menunjukkan performa yang baik. Pengujian black-box terhadap 10 skenario fungsional berjalan 100% berhasil. Sementara User Acceptance Testing (UAT) kepada 62 responden menghasilkan tingkat penerimaan 86,19%.
“Ini menunjukkan SIPANTAU mampu mengintegrasikan pengelolaan data dan fungsi analitik dalam satu aplikasi berbasis web. Ke depan bisa menjadi fondasi untuk pengembangan analitik prediktif,” jelas Fauzan.
Ia berharap, dengan adanya SIPANTAU, dinas-dinas terkait bisa lebih fokus dalam penanganan sampah. “Supaya sampah tidak hanya ditangani, tapi juga bisa dimanfaatkan dengan baik,” tutupnya.
Peningkatan aktivitas ekonomi dan perubahan pola konsumsi membuat timbulan sampah semakin kompleks. Karena itu, pengelolaan sampah kini tidak hanya mengandalkan infrastruktur fisik, tetapi juga harus didukung data dan teknologi informasi agar pemantauan dan pengambilan keputusan lebih terukur.**
Bakhrudin
—–
![]()
