Idealisme Mahasiswa Harus Kita Jaga Bersama Sebagai Ahli Waris Pelanjut Negeri Ini


*Idealisme Mahasiswa Harus Kita Jaga Bersama Sebagai Ahli Waris Pelanjut Negeri Ini*

Penulis : Jacob Ereste

Kesan hendak membangun gerakan aksi dan unjuk rasa mahasiswa Indonesia sejak Agustus 2025 hingga hari ini tidak murni — seakan menandai operasi kodok tengah dimainkan — sehingga aksi dan unjuk rasa mahasiswa harus ditolak dan tidak mendapat simpati dan dukungan dari masyarakat. Toh, realitas warga masyarakat pun nyaris tak ada yang memberikan komentar minor, kecuali dari pihak-pihak tertentu saja, hingga patut juga diduga sebagai upaya dari operasi kodok yang tengah dipentaskan di panggung politik tanah air.

Padahal yang paling utama dipahami dari aksi dan unjuk rasa tak hanya yang dilakukan mahasiswa, tapi juga dari berbagai elemen masyarakat — adalah bukti nyata bahwa suara rakyat yang wajib dan harus disampaikan oleh anggota parlemen baik dari tingkat pusat maupun mereka yang masih mengaku sebagai wakil rakyat.

Anggapan terhadap aksi mahasiswa — termasuk dari elemen warga masyarakat lainnya — tidak murni dan ditunggangi oleh pihak tertentu utama kekuatan asing — perlu dicermati secara lebih bijak. Toh, realitasnya dalam aksi dan untuk rasa mahasiswa terakhir — Juni 2026 — justru mendapat pengarahan untuk dilakukan tidak di Istana, namun dilakukan di DPR Pusat atau DPR Daerah, karena memang anggota parlemen itu telah disumpah untuk menyuarakan dan memperjuangkan kepentingan rakyat.

Peringan keras dari Presiden Prabowo Subianto terkait adanya pihak penyandang dana di balik gelombang aksi dan unjuk rasa mahasiswa, mengaku telah mengetahui siapa saja aktor yang membayar mahasiswa yang melakukan aksi dan unjuk rasa itu. Sementara kondisi ekonomi Indonesia tengah mengalami turbulensi yang sangat mengkhawatirkan. Apalagi nilai tukar rupiah nyungsep terlindas oleh dollar yang terus ugal-ugalan. Memang sebagai intelektual muda, mahasiswa sangat diharap dapat lebih kritis dan tidak gampang digiring untuk berbelok arah, utamanya dengan iming-iming duit sebagai bentuk yang paling sederhana untuk dilakukan atau aktivitas lain sebagai pengalih perhatian yang menggiurkan. Sehingga kegiatan yang tidak bernilai positif dan produktif bisa ditangkal, supaya peran sebagai intelektual muda — sebagai agen perubahan — untuk bangsa dan negara tidak sampai terpiuh sebagai pejuang yang sepenuhnya tanpa pamrih bagi rakyat.

Karena itu, langkah tegas pemerintah untuk mengusut dan menindak mereka yang telah merusak — “meracuni” — idealisme mahasiswa harus ditindak tegas dan tuntas. Sebab kerugian yang disebabkan oleh terpiuhnya idealisme mahasiswa sebagai generasi penerus dan penjaga bangsa dan negara Indonesia untuk terus maju dan eksis dalam tata peradaban dunia yang lebih maju harus dapat dilakukan dan dijaga dengan baik.

Fungsi dan peranan mahasiswa sebagai intelektual muda wajib dan harus dijaga bersama segenap elemen bangsa. Sebab kelangsungan dan keberlanjutan negeri ini selanjutnya akan berada di tangan mahasiswa yang berkualitas, memiliki integritas dan kapabilitas serta kecerdasan spiritualitas yang bisa diandalkan.**


Tangerang, 25 Juni 2026
—-

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!