Membangun Indonesia dari Karakter dan Kemandirian


Membangun Indonesia dari Karakter dan Kemandirian

(Pemikiran Kebangsaan Dr. Johan Pasaribu pada Peringatan 1 Syuro 1448 Hijriah Al Zaytun)

Oleh : Ali Aminulloh

Bangsa yang besar tidak lahir hanya karena kekayaan alamnya yang melimpah. Ia juga tidak tumbuh semata-mata karena luas wilayahnya yang membentang dari sabang hingga merauke.
Bangsa yang besar lahir dari manusia-manusia yang memiliki karakter kuat, cinta tanah air, dan kesediaan untuk mengabdikan kemampuan terbaiknya bagi kepentingan bangsa dan negara.

Pesan itulah yang mengemuka ketika Dr. Ir. Johan Pasaribu, Ketua II Ikatan Keluarga Alumni Kebangsaan (IKABNAS) Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), tampil sebagai salah satu narasumber pada Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin, Ma’had Al Zaytun, Selasa (16/6/2026). Di hadapan ribuan peserta yang memadati kawasan Al Zaytun, Johan Pasaribu menyampaikan pandangan mengenai pentingnya membangun sumber daya manusia unggul sebagai fondasi utama menuju Indonesia yang mandiri dan berdaulat.

Persatuan Harus Berbuah Kemandirian

Tema yang diusung dalam peringatan tahun ini, “Memperkokoh Persatuan Demi Mewujudkan Kemandirian Bangsa dalam Menghadapi Tantangan Global,” menurut Johan Pasaribu merupakan tema yang sangat strategis.
Persatuan, menurutnya, bukanlah tujuan akhir. Persatuan harus menghasilkan kekuatan kolektif yang mampu mendorong bangsa menuju kemandirian.
Dalam pandangannya, bangsa yang bergantung kepada pihak lain dalam memenuhi kebutuhan dasarnya akan sulit mencapai kedaulatan yang sesungguhnya. Karena itu, pembangunan nasional harus diarahkan untuk memperkuat kemampuan bangsa dalam memenuhi kebutuhan sendiri, baik di bidang pangan, pendidikan, teknologi, energi, maupun sumber daya manusia.
Indonesia sesungguhnya memiliki seluruh modal yang diperlukan untuk menjadi bangsa yang mandiri. Negeri ini memiliki sumber daya alam yang melimpah, lahan pertanian yang luas, jumlah penduduk produktif yang besar, serta posisi geopolitik yang sangat strategis. Yang dibutuhkan adalah kemampuan mengelola seluruh potensi tersebut secara terencana dan berkelanjutan.

Ketahanan Pangan sebagai Pilar Kedaulatan
Sebagai seorang yang memiliki perhatian besar terhadap pembangunan nasional, Johan Pasaribu menilai bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu aspek paling penting dalam mewujudkan kemandirian bangsa. Menurutnya, bangsa yang mampu memproduksi kebutuhan pangannya sendiri akan memiliki daya tahan yang lebih kuat dalam menghadapi gejolak global.
Perubahan iklim, konflik internasional, krisis energi, dan gangguan rantai pasok dunia telah memberikan pelajaran berharga bahwa ketergantungan yang berlebihan kepada negara lain dapat menjadi ancaman serius bagi stabilitas nasional.
Karena itu, upaya-upaya yang dilakukan berbagai lembaga pendidikan, termasuk Al Zaytun, dalam mengembangkan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan merupakan langkah yang sangat penting.
Menurut Johan, pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menghasilkan solusi nyata bagi kebutuhan bangsa.

Menyiapkan Generasi Profesional dan Nasionalis
Salah satu perhatian utama Johan Pasaribu adalah kualitas sumber daya manusia Indonesia. Ia menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan generasi yang profesional, kompeten, dan berdaya saing tinggi. Namun pada saat yang sama, generasi tersebut juga harus memiliki jiwa nasionalisme yang kuat.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi memang sangat penting. Akan tetapi, tanpa karakter kebangsaan yang kokoh, kemajuan tersebut bisa kehilangan arah. Karena itu, pendidikan tidak boleh hanya menghasilkan manusia yang pintar. Pendidikan harus melahirkan manusia yang memiliki integritas, tanggung jawab, disiplin, dan kecintaan kepada tanah air.
Menurutnya, tantangan global yang semakin kompleks memerlukan generasi yang mampu berpikir strategis sekaligus memiliki komitmen kuat terhadap kepentingan bangsa.

Pendidikan Vokasi untuk Masa Depan Indonesia

Dalam paparannya, Johan juga menyoroti pentingnya pendidikan vokasi dan pendidikan berbasis keterampilan. Ia menilai bahwa Indonesia memerlukan lebih banyak lembaga pendidikan yang mampu menjembatani kebutuhan dunia kerja dengan kebutuhan pembangunan nasional.
Pendidikan harus menghasilkan lulusan yang siap berkarya, mampu menciptakan lapangan kerja, dan mampu menjawab berbagai persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Karena itu, pengembangan politeknik, sekolah vokasi, dan pendidikan berbasis praktik menjadi salah satu kebutuhan penting dalam menyiapkan Indonesia masa depan.
Menurutnya, langkah Al Zaytun yang mulai mengembangkan pendidikan vokasi dan berbagai program berbasis produktivitas merupakan bagian dari ikhtiar membangun generasi yang mandiri dan siap menghadapi perubahan zaman.

Optimisme Menatap Indonesia Emas

Di tengah berbagai tantangan global yang terus berkembang, Johan Pasaribu tetap memandang masa depan Indonesia dengan optimisme. Menurutnya, bangsa Indonesia memiliki modal yang sangat besar untuk menjadi negara maju dan berpengaruh di dunia. Namun modal tersebut hanya akan menghasilkan manfaat apabila seluruh elemen bangsa mampu bekerja sama, menjaga persatuan, dan mempersiapkan generasi penerus yang unggul. Karena itu, ia mengajak seluruh peserta peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah untuk terus menanamkan semangat kebangsaan, memperkuat pendidikan, dan membangun kemandirian di berbagai sektor kehidupan.

Bagi Johan Pasaribu, masa depan Indonesia tidak ditentukan oleh keadaan hari ini semata. Masa depan Indonesia ditentukan oleh kualitas manusia yang sedang dipersiapkan hari ini. Dan dari ruang pertemuan kebangsaan di Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin Al Zaytun, ia kembali mengingatkan bahwa persatuan yang kokoh, pendidikan yang berkualitas, dan kemandirian yang terus diperjuangkan merupakan jalan terbaik menuju Indonesia yang kuat, berdaulat, dan bermartabat di tengah percaturan dunia. Merdeka !!!


Indramayu, 18 Juni 2026
—–

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!