Edukasi Dari Team Ahli Motor Listrik & Mesin Mutlak Diharuskan, Agar Negara Tidak Rugi Besar
Penulis : Prof.Dr.Sutan Nasomal
Para ahli tehnik mesin motor mengkomentari wacana Presiden RI untuk 120 juta motor dirubah dari mesin konsumsi BBM berganti ke motor listrik.
Menyikapi masukan sekitar wacana peralihan motor berbahan bakar BBM beralih menggunakan listrik, harus dipikirkan karena listrik terbatas jarak tempuhnya bahkan memutuskan efisien yang mana bahan BBM selama ini sudah menjadi konsumsi motor di Indonesia.
Masyarakat tidak akan mau mengeluarkan uangnya membeli kendaraan motor listrik karena ragam permasalahan yang sudah diketahui secara umum. Harus ada hak perlindungan konsumen pengguna kendaraan di INDONESIA agar tidak mengalami kerugian besar karena kualitas kendaraan menggunakan tekhnologi listrik memiliki banyak kelemahan. Kendaraan listrik hanya untuk di lintas jalan rata dan bukan di lintas jalan pegunungan karena tidak akan bertenaga dan boros energi. Tidak kuat nanjak dan cepat mogok. Sedangkan 40% jalan raya di INDONESIA adalah jalan lintas pegunungan.
Kendaraan listrik tidak mampu mengecas energi baterai dalam waktu 5 menit. Bila di lakukan tukar sewa baterai maka akan ada masalah baru dengan kualitas baterai yang di sewa dan bisa mengakibatkan kebakaran pada kendaraan tenaga energi listrik. Kerugian besar akan terjadi di pihak masyarakat.
Kapasitas daya panas baterai kendaraan listrik akan sering terjadi di saat jalan raya macet sehingga overheat terjadi membuat kendaraan mogok. Daur ulang baterai nikel INDONESIA belum punya maka limbah baterai akan merusak ekosistem alam di mana mana merusak lingkungan.
Prof Dr Sutan Nasomal SH,MH sebagai pemerhati kendaraan otomotif INDONESIA menyampaikan kepada tim media, bahwa Negara maju seperti Jepang dan Jerman saja tidak mau memproduksi kendaraan listrik karena kekuatannya sangat tidak terjamin. Pihak asuransi dan perbankan tentu tidak bisa memberikan jaminan serta kridit bagi kendaraan listrik karena lemahnya kualitas dan kekuatannya.
Motor listrik punya beberapa kelemahan :
– Baterai boros, perlu diisi ulang sering-sering
– Jarak tempuh terbatas, gak cocok buat perjalanan jauh karena mudah rusak.
– Tenaga pasti nya kalah sama motor bensin
– Infrastruktur pengisian masih terbatas di beberapa daerah dan bisa mogok.
– Waktu pengisian baterai lama lebih dari 3 jam, perlu sabar.
INDONESIA sangat membutuhkan kendaraan tangguh di semua medan jalan berat dan ringan. Tidak ada kendaraan listrik baterai yang memiliki kemampuan hybrid saat ini karena harganya sangat mahal. Kendaraan roda juga tidak akan hybrid. Konsumen INDONESIA tidak akan beli karena 60% penduduknya berpenghasilan di bawah UMR dan sedikit yang berpenghasilan di atas UMR. Maka perlu para pakar teknologi kendaraan memberikan edukasi kepada Presiden RI agar tidak meneruskan wacana kendaraan listrik. Masyarakat jangan dirugikan.**
Jakarta, 12 Maret 2026
Catatan :
Prof Dr Sutan Nasomal SH,MH,PhD Komentator Dunia Internasional Pakar Hukum Pidana Internasional Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia Jenderal Kompii Pimpinan/Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS
——-
![]()
