Keselamatan Publik Jadi Prioritas: GNI Jabodetabek Apresiasi Keberhasilan Korlantas Polri Tekan Fatalitas 51 Persen
JAKARTA-JAYA NEWS.COM – Kamis 19 Februari 2026, Generasi Negarawan Indonesia (GNI) Jabodetabek menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Korlantas Polri dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan 2026 yang berhasil menekan angka fatalitas korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas hingga 51 persen secara nasional.
Ketua Umum GNI Jabodetabek, Ruslan Padli, menilai capaian tersebut merupakan bukti nyata bahwa keselamatan publik kini benar-benar ditempatkan sebagai prioritas utama dalam kebijakan lalu lintas nasional, terutama di bawah kepemimpinan Agus Suryonugroho selaku Kakorlantas Polri.
“GNI Jabodetabek mengapresiasi keberhasilan Korlantas Polri yang mampu menurunkan fatalitas korban meninggal dunia hingga 51 persen. Ini adalah capaian luar biasa dan menunjukkan bahwa pendekatan humanis serta edukatif yang diterapkan berjalan efektif,” ujar Ruslan Padli.
Berdasarkan data resmi Korlantas Polri, Operasi Keselamatan 2026 yang berlangsung selama 14 hari, dari 2 hingga 15 Februari 2026, juga berhasil menurunkan jumlah kecelakaan lalu lintas sebesar 34,96 persen atau berkurang 2.098 kejadian. Penurunan turut terjadi pada korban luka berat sebesar 23,04 persen serta luka ringan sebesar 33,17 persen.
GNI Jabodetabek menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kepemimpinan Kakorlantas Polri yang mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif melalui program Polantas Menyapa dan Melayani. Selama operasi berlangsung, tercatat lebih dari 14,8 juta kegiatan edukasi dilakukan oleh personel di lapangan untuk membangun kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.
Menurut Ruslan, pendekatan humanis yang diterapkan membuat masyarakat tertib berlalu lintas bukan karena rasa takut, melainkan karena tumbuhnya kesadaran akan pentingnya keselamatan di jalan raya. Hal ini dinilai sebagai fondasi penting dalam membangun budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan.
Menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, GNI Jabodetabek juga mengapresiasi langkah Korlantas Polri dalam memperketat pengawasan terhadap kelaikan angkutan umum. Dari 3.618 kendaraan yang diperiksa di seluruh Polda, sebanyak 93 persen dinyatakan laik jalan, sementara sisanya dinyatakan tidak laik demi menjaga keselamatan pemudik.
Selain itu, penerapan penegakan hukum berbasis teknologi melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dan ETLE Drone Patrol Presisi yang meningkat 25,96 persen dinilai sebagai langkah progresif dalam mendukung penindakan yang objektif, transparan, dan berkeadilan.
GNI Jabodetabek berharap keberhasilan Operasi Keselamatan 2026 dapat menjadi modal penting dalam menyukseskan Operasi Ketupat 2026, sekaligus menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan sistem keselamatan lalu lintas yang berkelanjutan di Indonesia.
“Kami optimistis, dengan kepemimpinan yang tegas, humanis, dan berorientasi pada keselamatan publik, Korlantas Polri mampu menghadirkan rasa aman bagi masyarakat dan menjadikan Polantas sebagai sahabat dalam setiap perjalanan,” pungkas Ruslan Padli.**
Ilham
——-
![]()
