Kerajaan Kutai, Champa Dan Sriwijaya Didirikan Oleh Keturunan Dari Raja Tanjung Puri Kalimantan Selatan

KERAJAAN KUTAI ,CHAMPA DAN SRIWIJAYA DIDIRIKAN OLEH KETURUNAN DARI RAJA TANJUNG PURI KALIMANTAN SELATAN

Oleh : Hamly Hadi
( Pemerhati Sejarah )


Akhirnya terjawab sudah kenapa Prasasti Dong Yen Chau yang ada di Vietnam tahun 350 Masehi menggunakan bahasa Banjar, kenapa Bahasa Kutai mirip dengan bahasa Banjar, kenapa prasasti prasasti Sriwijaya dan kerajaan turunan nya seperti kerajaan Dharmasraya menggunakan bahasa Banjar. Ternyata mereka semua berasal dari Kalimantan Selatan yaitu dari kerajaan Tanjung Puri.
Bahasa Sunda juga ada kesamaan beberapa kosakata dengan bahasa Kutai dan Banjar karena ada hubungan perkawinan kerajaan di Jawa Barat dengan kerajaan Kutai Martapura.

Berawal dari Kerajaan Maurya Dan Kerajaan Gupta Dimasa Akhir Kerajaan Ini Di India Terjadi Kekacauan Karena Diserang Bangsa Huna (Syiung Nu) Kajian Kajian Ini Tertuang Dalam Sejarah Nasional Dan Umum Kurikulum 1994.

Mari Kita Susuri Silsilah Di Masa Dinasty Maurya Dalam Pemerintahan Sri Maharaja Bhrihadrata Di Kerajaan Maghada Beribukota Di Petaliputra Di India Yang Berperang Dengan Mahasenopati Pushwamitra Yang Mendirikan Dinasti Sungga Yang Melahirkan Maharaja Agnimitra Membangun Kota Wisida Dan Keturunanya Bernama Wasuma Mitra Melahirkan, Mitroga Yang Berputra Atwanga Yang Melahirkan KUNDUNGGA Dan Radjendra Menurunkan Raja-Raja Di Nusantara.

Bermula dari Atwangga Putra Mitrongga, Mereka Keturunan Wangsa Warga Sungga Dari Magada (India) Yang Menetap Di Ratnadwiva Atau Kalimantan Selatan yaitu kerajaan Tanjung Puri. Atwangga Menikahi Kakak Dari Permaisuri Dewawarman Yaitu Putri Dari Negeri Bharata (India) Dan Melahirkan Anak Bernama Kundungga (Yang Menjadi Radja Di Kutai Martapura – Bakulapura -Ratnadwivatara) Dan Adiknya Maharaja Radjendra Warman Membangun Kota Perak Gemilang Kaca Di Campa Vietnam Sekarang.

Kajian Ini Tertuang Pula Dalam Ulasan Mengenai Awal Kala Sunda Atau kalender Nusantara Di Indonesia Oleh Abah Ali Sasra Wijaya. Didalam Kajian Tersebut Terurai Bahwa Kata Kalimantan Disebut Juga Bakulapura, Kerajaannya Disebut Kutanagara Atau Kutai Martapura.

Sang Aswawarman Putra dari Radja Prabu Dharmawirya Di Kerajaan Salakanagara Berasal Dari Bharatha memperistri Dewi Gari Gelar Maharatu Sri Gari Putri Dari Maharaja Sri Kundungga. Perkawinan Aswawarman Dengan Maharatu Sri Gari Putri Maharaja Kudungga Dan Menjadikannya Sebagai Raja Kedua Di Kutai Martapura Dengan Gelar Wangsa Kerta.

Pada Tahun 393 Masehi Atau 280 Caka Kerajaan Kutai Martapura Diperintah Oleh Sang Maharaja Aswawarman Menjadi Besar Dan Kuat Kemudian Dilanjutkan Oleh Putranya Yang Bernama Maharaja Sri Mulawarman Nala Dewa, Kerajaan Ini Sejaman Dengan Kerajaan Tarumanagara Di Jawa Barat, Radjanya Bernama Jayasinghawarman Gelar Maharesi Rajadhirajaguru Jayasinghawarman Gurudharmapurusa Dengan Ibu Kotanya Jayasingahapura Kemudian Menjadi Sundapura.

Adik Maharaja Sri Mulawarman Naladewa Bernama Wamsejenjat Gelar Maharaja Dijayawarman Memperisteri Putri Raja Campa Dan Menjadi Raja Di Campa (Vietnam Sekarang). Yang Menurunkan Dapunta Hiyang Raja Sriwidjaya (Sumatra Tahun 584) Dan Menurunkan Darma Setu. Pernikahan Wirawarman Atau Gunawarman Adik Maharaja Sri Mulawarman Nala Dewa, Nikah Dengan Dewi Candika Putri Maharaja Yudhadana (Raja Bawahan Tarumanagara Wilayah Medang Purwa 2 Dan Medang Giri). Kemudian, Dewi Can-dika Dengan Wira-warman Beranak Beberapa Orang, Dua Di An-taranya, Amudrawarman Dan Dewi Jwalita. Kemudian, Dewi Jwali-ta Dijadikan Istri Oleh Sri

KESIMPULAN :

Dari silsilah yang dijelaskan di atas dapat diambil garis besar yaitu :

1.Kerajaan pertama di Nusantara adalah Tanjung Puri di Kalimantan Selatan dengan Raja Atwangga.

2.Anak dari Raja Atwangga ada 2 yaitu Kundungga yang ke Kalimantan Timur mendirikan Kutai Martapura .

3.Anak kedua dari Atwangga adalah Rajendra Warman yang pergi ke Vietnam mendirikan kerajaan champa.

4.Cicit dari Kundungga yaitu adiknya raja Mulawarman menikahi Putri kerajaan Champa dan melahirkan Dapunta Hiyang Srijayanasa yang kemudian ke pulau Sumatera mendirikan kerajaan Sriwijaya.***


Banjarmasin Kalsel, 28 Desember 2025
——-

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!