Menikmati Hidup Nyaman Ditengah Kepungan Buzzer dan Sindikat Serta Mafia Koruptor Yang Telah Menguasai Semua Sektor Pada Hari Ini


Menikmati Hidup Nyaman Ditengah Kepungan Buzzer dan Sindikat Serta Mafia Koruptor Yang Telah Menguasai Semua Sektor Pada Hari Ini

Oleh : Jacob Eteste, Wartawan Lepas

Satu orang buzzer punya 10 akun. Setiap akun wajib menebar 10 postingan. Klasifikasi buzzer ada 3. Yang pertama menyasar akun yang punya pengikut dibawah 10 ribu anggota. Klas menengah menyasar akun yang memiliki pengikut 10 lebih. Dan yang ketiga, klasifikasi buzzer yang menyasar akun punya pengikut 100 ribu ke atas.

Kerja buzzer yang disebut dengan istilah Muldongok ini dibagi dalam tiga ship –giliran kerja — dengan upah mulai dari Rp 300 dan Rp 500 ribu hingga tertinggi Rp 1 juta. Artinya, penghasilan minimal para buzzer ini tak kurang dari 7,5 juta rupiah setiap bulan. Jadi untuk kerja buzzer dalam tiga ship — kerja — dapat dipastikan siap dalam 24 jam sehari.

Untuk setiap klasifikasi buzzer ada 12 kelompok. Jadi dapat segera dibayangkan bila seluruh media sosial dapat dipastikan telah dikuasai oleh para buzzer dengan beragam program tampilan untuk mengcounter (menyerang balik), mengalihkan perhatian atau membelokkan isu atau masalah, dan mengacaukan tampilan media sosial dengan memposting berbagai tampilan sajian. Mulai dari paling sederhana seperti katun dan gambar wajah artis atau sekedar komentar yang tidak bermutu atau bahkan konyol.

Untuk tampilan yang remeh temeh ini dimaksudkan untuk memberi beban pada pada akun yang perlu untuk dikacaukan, agar kemampuannya untuk tampil dapat dikurangi atau bahkan bis dihambat, karena beban dari media yang digunakan dapat memiliki beban yang berat. Karena itu saran dari para pekerja IT dari Atlantika Institut Nusantara kepada pegiat atau pengguna media sosial yang serius mengandalkan menjadi media penyadaran dan ingin membangun kecerdasan bangsa, perlu bersikap lebih kritis dan jeli untuk menandai gejala awal adanya serangan dari para buzzer yang sangat beragam varian tampilannya. Bila perlu segera menghindar dengan cara menghapus kontak dari akun dan media serta peralatan yang kita digunakan, agar dapat segera menghindar atau menangkal serangan mereka yang bisa sangat brutal hingga merusak sistem dan jaringan peralatan yang kita gunakan.

Oleh karena itu sejak awal tampilan mereka dalam jaringan media sosial yang kita gunakan harus dapat dicermati, apalagi kemudian sudah bisa diidentifikasi secara pasti bahwa mereka adalah buzzer yang memang memiliki agenda sendiri untuk mengacaukan tampilan kita yang hendak menggunakan media sosial — dalam bentuk apapun — ingin ikut membangun kesadaran dan sikap kepedulian dari masyarakat terhadap berbagai masalah bangsa dan negara yang harus kita jaga dan hadapi bersama.

Karena memang untuk membangun kesadaran dan pemahaman segenap warga bangsa Indonesia agar peduli dan bisa ikut merasa bertanggung jawab terhadap kelangsungan negeri kita ini agar lebih baik dan lebih beradab — adil, sejahtera dan bisa bahagia bersama — tanpa kesenjangan ekonomi, politik serta budaya dan keagamaan — sungguh tidak dapat dilakukan sendiri oleh satu pihak, termasuk pemerintah.

Setidaknya, rasa keamanan dan kenyamanan dalam menggunakan media sosial pun — di negeri ini — realitasnya tidak cukup bebas dari rasa cemas yang cukup mengkhawatirkan. Perilaku jahat itu pun tak luput mengancam ekonomi kita — lewat pembobolan rekening bank — tapi juga ada iming-iming yang bisa menjebak serta memperdaya kita melalui berbagai tawaran yang menggiurkan, seperti pinjaman online dan perjudian melalui permainan yang mempesona penuh rayuan yang membius sifatnya itu.

Jadi, kalau saja benar ada sekitar 18.200 buzzer dari sekitar 64 kelompok atau juragan buzzer yang beroperasi di negeri ini — yang dimiliki oleh para koruptor kakap hingga mafia impor dan ekspor sampai hasil tambang dan barang selundupan maupun mafia tanah dan perkebunan ilegal — sungguh sangat merepotkan untuk hidup aman dan nyaman di negeri ini. Sebab keterlibatan aparat penegak hukum hingga peradilan pun tidak sedikit jumlahnya yang juga ikut aktif menjadi pemain. Tapi percayalah, hidup dalam kepungan para buzzer dan sindikat maupun mafia yang jahat ini, kesaktian dan ketangguhan kita yang mampu terus bertahan akan menjadi manusia yang unggul dan pantas untuk menghantar generasi penerus bangsa dan negara ini bisa lebih tangguh dan sukses mewujudkan era Indonesia Emas, meski program yang ideal ini belum ada dalam agenda program pemerintah untuk 20 tahun kedepan bagi kejayaan republik ini.**


Banten, 9 November 2025
—–

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!