Program KKN UNNES: Mahasiswa Kembangkan Akuaponik Untuk Ketahanan Pangan Di Kelurahan Pongangan
SEMARANG-JAYA NEWS.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Semarang (UNNES) berhasil melaksanakan program inovatif yang berfokus pada ketahanan pangan di Kelurahan Pongangan, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Melalui program kerja utama bertema “Ketahanan Pangan”, para mahasiswa memperkenalkan dan membantu masyarakat setempat dalam budidaya akuaponik, sebuah sistem pertanian terintegrasi yang menggabungkan budidaya ikan dan tanaman berbasis hidroponik.
Program ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan solusi pangan yang efisien dan berkelanjutan, terutama di tengah tantangan lingkungan dan keterbatasan lahan. Para mahasiswa KKN UNNES melihat potensi besar di Kelurahan Pongangan untuk membantu menghidupkan sistem akuaponik sebagai salah satu upaya meningkatkan kemandirian pangan warga.
Ketua kelompok KKN, Majid Saiful Muslich menjelaskan, bahwa program ini bukan hanya sekedar teori, melainkan praktik langsung yang melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat.
“Kami ingin membantu program ketahanan pangan pemerintah sebagai solusi yang konkret dan bisa terus dikembangkan oleh warga secara mandiri,” ujar Majid, Jumat (10/10/2025).
“Akuaponik dipilih karena sistem ini sangat efektif, menghemat air, dan memberikan dua hasil sekaligus: sayuran dan ikan,” tambahnya.
Penanaman Benih Kangkung Dengan Media Akuaponik
Salah satu capaian paling nyata dari program ini adalah bantuan penanaman benih kangkung yang ditanam menggunakan sistem akuaponik. Tanaman kangkung tumbuh subur berkat nutrisi alami dari kotoran ikan yang dialirkan melalui sistem perpipaan.
Keberhasilan ini disambut antusias oleh warga dan perangkat kelurahan, menunjukkan bahwa inovasi tersebut dapat berjalan optimal di lingkungan mereka.

Bantuan Bibit Ikan Nila
Tak hanya sampai di situ, sebagai bentuk dukungan lebih lanjut, mahasiswa KKN juga menyerahkan bantuan 100 bibit ikan nila kepada Kelurahan Pongangan. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi modal awal bagi masyarakat untuk terus mengembangkan sistem akuaponik yang sudah dirintis. Ikan nila dipilih karena daya tahannya yang baik, pertumbuhannya yang cepat, dan nilai ekonomisnya yang tinggi.
Lurah Pongangan, Rison Herisman, SH, mengapresiasi tinggi inisiatif yang dilakukan oleh para mahasiswa KKN Unnes.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dari adik-adik mahasiswa. Program ini memberikan semangat kami untuk lebih mandiri dalam hal ketahanan pangan,” tuturnya. Ia juga berharap program ini bisa menjadi contoh bagi wilayah lain untuk menciptakan inovasi serupa.
Diharapkan, sistem akuaponik yang telah dilaksanakan dapat terus dirawat dan dikembangkan oleh warga Kelurahan Pongangan. Inovasi ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara akademisi dan masyarakat mampu menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan.
Peserta KKN dan Prodi :
Majid Saiful Muslich – Pendidikan guru sekolah dasar
Salsabil Dwi Maharani – Pendidikan guru sekolah dasar
Erra Fazira – Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi
Adrin Kristian Putra- Pendidikan bahasa inggris
Diah Ayu Wijayanti – Pendidikan bahasa dan sastra indonesia
Dzilma Arij Dzdini – Pendidikan akuntansi
Muhammad Rifki Firzatullah – ilmu hukum
Barbara Cloudya – Ilmu hukum
Ravenia Arinka Seivany – Teknik Informatika
Hadid Ramadhan – Teknik Informatika
Putri Setyani – Pendidikan pancasila dan kewarganegaraan
Anri Apridi Sahri – Geografi
Muhammad Bagus Sanjaya – Teknik Elektro.**
Adrin Kristian Putra
—-
![]()
