Surat Terbuka Kepada Yth. Para Pemimpin Indramayu



*SURAT TERBUKA*
*Kepada Yth. Para Pemimpin Indramayu*


_Assalamu’alaikum Wr. Wb._
_Salam Sejahtera untuk Kita Semua_

Dengan penuh rasa hormat dan cinta kepada tanah kelahiran, izinkan kami menyampaikan surat terbuka ini sebagai pengingat, ajakan, dan harapan bagi kejayaan Indramayu.

*Tentang Babad Dermayu Masa Lalu*

Indramayu bukan daerah tanpa akar. Kita lahir dari semangat ” Babad Dermayu” , dari langkah Raden Arya Wiralodra yang membuka hutan Cimanuk menjadi peradaban.
Dari tanah Bojongsari hingga pesisir Karangsong, leluhur kita mengajarkan bahwa kemuliaan diraih dengan babat alas: menyingkirkan semak belukar kebodohan, kemalasan, dan perpecahan.

Dermayu dulu berdiri karena keberanian, gotong royong, dan visi pemimpinnya. Laut yang ganas ditaklukkan, sawah dibuka, dan syiar kebaikan disebarkan. Itulah pondasi kejayaan kita.

*Tentang Dermayu Masa Sekarang*

Hari ini, Indramayu dihadapkan pada banyak tantangan. Banjir rob menggerus pesisir, petani berjuang dengan harga dan pupuk, nelayan bergulat dengan cuaca dan BBM, anak muda mencari kerja ke kota lain. Godaan “money politik” dan demokrasi “door to door” kadang membuat kita lupa: pemimpin dipilih bukan karena amplop, tapi karena gagasan.

Kita bersyukur atas pembangunan yang ada, namun pekerjaan rumah masih menumpuk. Rakyat menunggu kebijakan yang tidak hanya proyek, tapi menyentuh akar masalah: pendidikan yang membebaskan, kesehatan yang merata, ekonomi yang tidak timpang, dan birokrasi yang melayani.

*Tentang Dermayu Masa Akan Datang*

Kejayaan Indramayu ke depan hanya mungkin jika kita kembali ke semangat “babad”. Kita harus “membabat” mentalitas jangka pendek, membabat ego sektoral, dan membabat praktik yang merusak kepercayaan rakyat.

Indramayu punya segalanya: lumbung padi, laut yang kaya, kilang energi, jalur Pantura, dan SDM yang tangguh. Yang kita butuhkan adalah pemimpin yang punya *visi jelas, keberanian mengambil keputusan, dan telinga yang mau mendengar*.

Maka kami menitipkan 3 harapan:

1. *Babad Kemiskinan dengan Keadilan*

Pastikan setiap kebijakan berpihak pada petani, nelayan, buruh, dan UMKM. Jangan biarkan Indramayu hanya jadi tempat lewat, tapi jadi rumah yang menyejahterakan.

2. *Babad Kebodohan dengan Pendidikan*

Bangun SDM Indramayu agar mampu bersaing tanpa harus meninggalkan kampung halaman. Jadikan sekolah dan pesantren sebagai pusat lahirnya generasi berakhlak dan berilmu.

3. *Babad Perpecahan dengan Keteladanan*

Jadilah pemimpin yang mempersatukan, bukan memecah. Tolak politik uang, rawat budaya Nadran dan Sedekah Bumi sebagai perekat, bukan sekadar seremonial.

Bapak/Ibu Pemimpin Indramayu, sejarah akan mencatat. Apakah kita hanya jadi penonton, atau penulis “Babad Dermayu Jilid Baru” ? Kejayaan Indramayu masa lalu adalah warisan. Kejayaan masa depan adalah tanggung jawab kita bersama.

Mari babad kembali jalan menuju Indramayu yang *Bermartabat, Maju, Religius, dan Berkelanjutan*.

_Wassalamu’alaikum Wr. Wb._

*Hormat kami,*
*Atas nama Warga yang Cinta Indramayu*

Indramayu, Bojongsari. 10 April 2026

Semoga surat ini bisa jadi bahan renungan bersama.
——+++——

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!