*Peran dan Peluang Wanita Indonesia Dalam Membangun Bangsa dan Negara*
JAKARTA-JAYANEWS.COM – Pertanyaan mendasar Jacob Ereste dalam dialog santai menjelang peringatan Hari Kartini 31 April 2026, sungguh relevan dilakukan, mengingat peluang dan kesempatan bagi kaum wanita Indonesia sudah lebih bebas dan terbuka dibanding sebelum dan awal kemerdekaan bangsa Indonesia di proklamirkan. Kecuali itu, sejumlah kemudahan – seperti kuota yang diberikan dari partai pilitik – bisa dimanfaatkan, sehingga peran dan peluang dapat maksimal dimanfaatkan untuk berperan membangun bangsa dan negara; agar tidak kembali terkesan dimonopoli oleh kaum laki-laki.
Karena itu, peran kaum wanita di partai politik, di parlemen, di kabinet hingga di dunia usaha dan aktivitas sosial kemasyarakatan perlu dicermati ulang, sudah seberapa banyak posisi yang strategis itu telah diisi oleh kaum wanita Indonesia yang selalu meneriakkan emansipasi pada setiap peringatan hari Kartini.
Menjelang hari Kartini 21 April 2026, Jacob Ereste yang telah menerbitkan Bunga Rampai “Menggugat Sastra, Wanita dan Budaya” tahun 1986 berkenan memberi komentar tentang sosok wanita Indonesia dalam perspektif kaum lelaki dalam berbagai bidang. Menurut jurnalis senior yang tetap aktif dan produktif menulis ini, kemuliaan seorang wanita itu bisa saja dicapai sebelum memperoleh julukan Ibu dari seorang anak. Karena nilai kesempurnaan dapat diraih – meski belum sepenuhnya komplit – dapat dimulai sejak masa anak-anak kemudian saat remaja. Kalau pun capaian puncak reputasi baru bisa diperoleh setelah usia yang matang, itu wajar saja. Sebab tidak sedikit puncak karier diperoleh setelah berusia tua.
Yang penting, upaya mandiri membangun karier dan reputasi bagi kaum perempuan yang sejati tidak bergantung lagi pada keluarga, apalagi suami yang perlu bebas dari terlalu banyak beban dalam kehidupannya sendiri. Baik sebagai kepala rumah tangga maupun pekerja profesi yang harus menekuni bidang pekerjaan yang menjadi pilihannya.
Kemuliaan wanita, perempuan hingga menjadi sosok seorang ibu dalam arti luas, menurut Jacob Ereste yang juga menaruh minat pada perilaku masyarakat, kaum Wanita Indonesia cukup berperan penting dalam sejarah peradaban manusia nusantara, tidak hanya Raden Ajeng Kartini yang selalu diperingati pada setiap 21 April untuk mengenang sosoknya yang telah ikut berperan memotipasi pergerakan kaum wanita Indonesia untuk berperan membangun karakter bangsa melalui kaum wanita Indonesia pada masanya.
Namun, toh jauh sebelum itu, menurut Jacob Ereste, cukup banyak kaum wanita Indonesia yang telah mengukir sejak yang lebih heroik, seperti Panglima Laut Malahayati dari Aceh yang begitu berani menghadapi penjajah hingga tewas di medan laga dengan meninggalkan sangat juang kepada Inong Bale untuk melanjutkan perjuangan yang pernah dia bangun dan dia pimpin langsung dengan contoh perlawanan yang tidak gentar menghadapi musuh, terutama bangsa penjajah di Nusantara ini.
Tjut Nya’ Dhien pun tak pernah mau menyatakan menyerah, meski taruhannya harus ditangkap dan diasingkan Belanda ke Sumedang, Jawa Barat hingga wafat di tempat pengasingannya yang jauh dari tanah kelahirannya.
Pada jaman kerajaan pun sosok wanita perkasa dari nusantara cukup banyak tercatat dalam sejarah. Mulai dari Ratu Sima, Ken dedes, Dyah Pitaloka, hingga menjelang dan setelah kemerdekaan bangsa Indonesia diproklamirkan, banyak tokoh wanita Indonesia yang telah ikut mengukir sejarah kepahlawanan.
Ada Dewi Sartika, Nyak Arief, Rasuna Said, Herawat i Diah, yang kini justru tidak banyak posisi dan kesempatan yang cukup terbuka bagi kaum wanita Indonesia terkesan tidak berminat untuk tampil sebagai tokoh publik untuk tampil dalam berbagai bidang yang semakin terbuka untuk berperan bagi kaum wanita Indonesia.
Karena itu, pada momentum Hari Kartini tahun 2026 ini, perlu direnungkan peran besar yang dapat dilakukan oleh kaum wanita Indonesia, agar peringatan hari Kartini tidak cuma sekedar seremonial belaka isi dan maknanya, kata Jacob Ereste pada kesempatan bincang-bincang ringan di sebuah Coffe bilangan Tangerang Selatan, Jum’at, 10 April 2026.
(RAT)
![]()
