Kepedulian Yatim dan Dhuafa Tahun Kedua Digelar, Perkuat Kebersamaan Perpustakaan S16 Beserta Warga Bojongjati Leuwigede
Indramayu, Jaya News .Com — Kegiatan sosial bertajuk Tahun Kedua Kepedulian Yatim dan Dhuafa kembali digelar di Sanggar Literasi Perpustakaan S16 Indramayu yang beralamat di Blok Bojongjati 09/05, Desa Leuwigede, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, Selasa (17/3/2026). Acara ini diikuti oleh 22 penerima manfaat yang terdiri dari anak yatim dan kaum dhuafa.
Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh kehangatan, diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Drs. Tahapi, S.Ag. Suasana haru terasa saat lantunan doa dipanjatkan, memohon keberkahan, kesehatan, dan kelapangan rezeki bagi seluruh pihak yang terlibat.
Selanjutnya, acara diisi dengan kultum yang disampaikan oleh Ahmad Khoeri, M.Pd. Dalam ceramah singkatnya, ia mengangkat tema tentang nikmat dan waktu. Ia mengingatkan bahwa setiap manusia hidup dalam dua anugerah besar yang sering kali dilupakan, yakni nikmat dan waktu. Nikmat, sekecil apa pun, sejatinya adalah pemberian berharga dari Allah yang patut disyukuri. Sementara waktu adalah amanah yang tidak dapat diulang, sehingga harus dimanfaatkan untuk hal-hal yang bermanfaat dan penuh kebaikan.
Dalam pemaparannya, Ahmad Khoeri juga menekankan bahwa kepedulian sosial seperti kegiatan berbagi ini merupakan salah satu bentuk nyata memanfaatkan waktu dengan hal yang bernilai ibadah. Ia mengajak seluruh hadirin untuk tidak menunda berbuat baik, karena kesempatan dan waktu tidak selalu datang dua kali.
Puncak acara ditandai dengan pembagian parsel dan santunan kepada para penerima manfaat. Bantuan tersebut berasal dari shodaqoh para jamaah shalat Tarawih di Blok Bojongjati, Desa Leuwigede, serta para donatur yang memilih untuk tidak disebutkan namanya.
Kebahagiaan terpancar dari wajah para penerima. Salah satu penerima manfaat mengungkapkan rasa syukurnya dengan penuh haru. “Berbagi itu bukan dilihat dari besar kecilnya barang yang diberikan, tetapi dari niat dan kasih sayang yang menyertainya. Kami merasa sangat diperhatikan dan tidak sendiri,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, panitia berharap program kepedulian terhadap yatim dan dhuafa dapat terus istiqomah dilaksanakan setiap tahunnya. Lebih dari sekadar berbagi, acara ini diharapkan mampu mempererat kerukunan dan menumbuhkan rasa kekeluargaan di tengah masyarakat, demi terwujudnya kehidupan yang harmonis dan penuh kebersamaan.**
(Wari)
——–
![]()
