KAHMI Indramayu Bertemu HMI Senior: Menggali Inspirasi Kebangsaan di Al Zaytun

KAHMI Indramayu Bertemu HMI Senior: Menggali Inspirasi Kebangsaan di Al Zaytun


INDRAMAYU-JAYA NEWS.COM – Rintik hujan turun perlahan di sore hari, membasahi halaman kampus Al Zaytun. Langit tampak teduh, seakan memberi suasana khidmat pada sebuah pertemuan yang bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga ruang bertemunya gagasan besar tentang masa depan bangsa. Di tempat itulah para kader dan alumni HMI berkumpul, bertemu seorang senior yang telah membangun karya nyata bagi pendidikan dan peradaban: Syaykh A.S. Panji Gumilang, MP.

Kamis, 12 Maret 2026, keluarga besar Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Indramayu bersilaturahmi dengan keluarga besar Ma’had Al Zaytun. Syaykh menyebut para tamu yang hadir dengan penuh keakraban sebagai “HMI Senior.” Pertemuan itu mengangkat tema “Inspirasi Kebangsaan dan Kenegaraan.”

Rombongan dipimpin oleh Ketua Presidium KAHMI Indramayu, Ganjar Tirta, bersama sejumlah tokoh KAHMI seperti Priyo Abdurrahman, dr. Zaenal Abidin, Bang Kodim, Ketua Formatur HMI Cabang Indramayu Rahmat Ghazali, Ketua Formatur Kohati Nur Azizah, serta para pengurus komisariat di wilayah Indramayu. Seluruh rombongan berjumlah 42 orang.

Sekitar pukul 16.00 WIB rombongan tiba di kampus Al Zaytun dan diterima langsung oleh Syaykh Panji Gumilang bersama para eksponen Al Zaytun di Ruang Khas Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin. Dalam sambutannya, Ganjar Tirta menjelaskan bahwa kedatangan rombongan KAHMI bertujuan mempererat silaturahmi dengan Syaykh sebagai senior HMI sekaligus tokoh pendidikan yang telah memberikan kontribusi besar bagi Indramayu.

Suasana kebersamaan semakin terasa ketika acara dilanjutkan dengan sungkai, berbuka puasa dengan kurma, kemudian dilanjutkan shalat Maghrib berjamaah. Setelah itu para tamu menikmati makan malam bersama di Cafe Kita, dengan hidangan daging rica-rica, sop ikan, kelapa muda, sop buah, serta aneka makanan ringan.

Selepas makan malam, acara dilanjutkan dengan dialog kebangsaan yang dipandu oleh Rektor IAI Al Zaytun, Datuk Sir Imam Prawoto, KRSS, MBA, CRBC.

Dalam pengantarnya, Syaykh Panji Gumilang menyampaikan bahwa banyak guru dan eksponen di Al Zaytun merupakan kader HMI. Karena itu, menurutnya, Al Zaytun dapat disebut sebagai salah satu pusat pendidikan kader HMI.

Sambutan pertama disampaikan oleh Rahmat Ghazali, Ketua Formatur terpilih HMI Cabang Indramayu. Ia mengaku baru pertama kali datang ke Al Zaytun dan sangat terkesan dengan sambutan hangat yang diterimanya. Ia berharap dapat memperoleh arahan dari Syaykh mengenai pembinaan kader HMI di masa depan.

Ketua Presidium KAHMI Indramayu, Ganjar Tirta, kemudian memperkenalkan para tokoh KAHMI yang hadir: mulai dari pengacara, pengusaha, anggota KPU, wartawan PWI, hingga hakim. Ia menyampaikan rasa bangganya memiliki senior seperti Syaykh Panji Gumilang yang berhasil membangun lembaga pendidikan besar yang menjadi kebanggaan Indramayu.

Senior KAHMI lainnya, Hendar, berharap momentum silaturahmi ini menjadi awal hubungan yang terus terjalin sepanjang hayat.

Sementara itu, Nur Azizah, Ketua Formatur Kohati, menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan serta memohon arahan Syaykh tentang langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk memajukan Kohati ke depan.

Usulan menarik datang dari Priyo Abdurrahman, kader KAHMI dari Dagen, Yogyakarta. Ia mengusulkan pembangunan pabrik tapioka di kawasan Al Zaytun. Menurutnya, lahan luas yang dimiliki Al Zaytun memiliki potensi besar untuk memproduksi qtepung singkong yang selama ini menjadi kebutuhan industri kerupuk di Indramayu namun masih dipasok dari Lampung dan Pati.

Priyo juga mengingatkan pesan pendiri HMI, Lafran Pane, bahwa kader HMI diharapkan menjadi kader yang cerdas, intelek, sehat, berakhlak, dan kaya, yakni kader yang mampu membangun kemandirian umat dan bangsa.

Puncak acara adalah tausiyah kebangsaan dari Syaykh Panji Gumilang. Ia memulai dengan memperkenalkan “salam ahli surga”, Salamun ‘alaikum, sebagaimana disebutkan dalam Surat Az Zumar: 73). Menurutnya, gambaran surga dalam Al-Qur’an bukanlah sesuatu yang abstrak, melainkan gambaran kehidupan yang nyata, yaitu ada kebun yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, tata irigasi yang baik, kesejahteraan, dan keteraturan.

Karena itu, manusia menurutnya harus berusaha membangun gambaran “surga” itu di dunia secara nyata, melalui pembangunan pendidikan, ekonomi, dan peradaban.

Syaykh menegaskan bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, tetapi tanpa sumber daya manusia yang unggul, kekayaan itu tidak akan berarti. Karena itu ia mengusulkan pembangunan 500 pusat pendidikan berasrama di seluruh Indonesia untuk menciptakan pemerataan pendidikan dan melahirkan kader-kader pembangunan bangsa.

Ia juga menyinggung sejarah politik etis pada masa kolonial Belanda yang meliputi tiga program utama: irigasi, pendidikan, dan transmigrasi. Dari pendidikan modern itulah lahir generasi terdidik yang kemudian mampu memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Menutup pertemuan tersebut, Syaykh mengusulkan agar dialog antara kader HMI dan para senior tidak berhenti pada pertemuan ini saja. Beliau mendorong agar diadakan pertemuan berkala sebanyak sepuluh kali dalam setahun, dengan patokan hari Selasa atau Kamis yang bertepatan dengan Kliwon dalam penanggalan Jawa.

Pertemuan-pertemuan itu diharapkan menjadi ruang diskusi gagasan besar tentang pendidikan, ekonomi, dan pembangunan bangsa.

Di luar, rintik hujan masih turun perlahan. Namun di dalam ruang pertemuan, semangat kebangsaan terasa hangat, seolah mengingatkan bahwa perubahan besar selalu lahir dari silaturahmi, dialog, dan keberanian untuk membangun masa depan bangsa.

Acara pun ditutup dengan foto bersama, mengabadikan momen ketika kader dan senior HMI bertemu, bertukar gagasan, dan menyalakan kembali semangat pengabdian untuk Indonesia.**


Penulis : Ali Aminulloh (Anggota KAHMI)
——-

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!