ALETINUS YIGIBALOM, SOSOK PEMIMPIN YANG RENDAH HATI
Oleh: Angginak Sepi Wanimbo
Pemimpin pada hakikatnya adalah seorang yang mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi perilaku orang lain di dalam kerjanya dengan menggunakan kekuasaan merupakan kemampuan untuk mengarahkan dan mempengaruhi bawahan sehubungan dengan tugas – tugas yang harus dilaksanakan menurut Stoner, 1998 semakin banyak jumlah sumber kekuasaan yang tersedia bagi pemimpin akan semakin besar potensi kepemimpinan yang efektif.
Seorang pemimpin harus bisa memadukan unsur – unsur kekuatan diri, wewenang yang dimiliki, ciri – ciri kepribadian dan kemampuan sosial untuk bisa mempengaruhi perilaku orang lain. Pemimpin ada dua macam yaitu pemimpin formal dan pemimpin informal. Dimana pemimpin formal dan pemimpin informal. Dimana pemimpin formal harus memiliki kekuasaan dan kekuatan formal yang ditentukan oleh organisasi. Sedangkan pemimpin informal walaupun tidak memiliki legitimasi kekuatan dan kekuatan resmi namun harus memiliki kemampuan mempengaruhi yang besar yang disebabkan oleh kekuatan pribadinya.
Oleh karena itu, dalam proses kepemimpinan relah muncul beberapa teori kepemimpinan. Teori kepemimpinan dalam organisasi telah berevolusi dari waktu ke waktu dalam berbagai jenis dan merupakan dasar terbentuknya suatu kepemimpinan. Setiap teori menyediakan gaya yang efektif dalam organisasi.
Banyak penelitian manajemen telah menemukan solusi kepemimpinan yang sempurna hal ini memganalisis sebagian besar teori terkemuka dan mengeksplorasinya.
Pemimpin dalam kehidupan orang Lani bersifat tetap dan selalu memegang nilai – nilai keadilan, kebenaran, kejujuran, hak asasi manusia, kesamaan derajat, kebebasan, dan kedamaian sebagai pilar penting dalam kehidupan orang asli Lani. Angginak Sepi Wanimbo, Kepemimpinan Tradisional Suku Lani, 2025.
Aletinus Yigibalom, sosok bapa yang rendah hati, rama, pendiam, polos dan jujur dalam tutur kata, tindakan, dalam kebijakan pelayanan sebagai bapa rakyat Beam – Kwiyawagi.
Sebab Ia semasa kecil taat, setia, jujur, dengar – dengar pada ayah dan ibu dalam medan pertempuran pelayanan TUHAN di berbagai wilayah pelayanan baptis sehingga Ia benar – benar terlahir sebagai pemimpin yang rendah hati dan takut pada TUHAN.
Dari sekian pengalaman dalam kehidupan pertumbuhan menuju desawa yang dirasakan susa dan senang dari sekian pengalaman di daerah pelayanan bersama ayah dan ibu. Salah satu tempat Ia bertumbuh dalam pertumbuhan Iman Rohaninya adalah gereja baptis Onggeme dari tempat inilah Ia belajar berbagai hal yang baru hingga saat ini menjadi bapa untuk rakyat Beam – Kwiyawagi.
Lalu Ia juga sosok sebagai pemimpin yang banyak mendengar, kelu kesa bagi rakyat yang lemah dari berbagai latar belakang lalu hadir di tengah mereka untuk merangkul, mendorong, menasihati, memberi edukasi serta memberikan spirit, dan harapan masa depan yang penuh cemerlan.
Ia juga pendiam berarti bukan tidak mampu tetapi Ia sebagai pemimpin rakyat Beam – Kwiyawagi lebih banyak gerak sesuai komitmen pembangunan dari kampung ke kota dengan Visi. Lanny jaya Mandiri, Lanny Jaya Cerdas dan Lanny Jaya Sehat (MCS).
Konsep pembangunan dari kampung ke kota ini ide sangat brilian yang kami patut sampaikan respek untuk mewujudkan tentu sangat membutuhkan kesatuan Iman yang kuat, komitmen kerja yang tinggi untuk memajukan pembangunan dari berbagai elemen.
Pemimpin sebagai pegemudi mempunyai hati yang tulus, bersih tidak membedakan latar belakan, asal daerah, wilayah dan gereja namun Ia merangkul semua dalam pelayanan pemerintahan dan gereja TUHAN di wilayah pelayanan baptis se – Papua.
Lahir sebagai pemimpin yang baik, pemimpin yang kuat tentu melewati berbagai tantangan dan persoalan hentah itu dari dalam lingkungan keluarga maupun dari luar lingkungan keluarga.
Melewati berbagai tantangan lalu lahir sebagai bapa rakyat sehingga dalam kariernya sebagai bapa rakyat selalu mengedepankan dalam kebijakan kemajuan pembangunan berkelanjutan dengan berbagai nilai yaitu, nilai kedamaian, nilai keadilan, nilai kasih, nilai kesamaan dan nilai kejujuran.
Sedang letakan dasar pembangunan dengan beberapa nilai diatas ini sehingga waktu berjalan proses kemajuan pembangunan dari berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, insfrastruktur dan kemandirian rakyat akan bertumbuh subur dengan baik.
Taatilah pemimpin – pemimpin dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga – jaga atas jiwamu, sebagai orang – orang yang harus bertanggungjawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesaan, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu. (Ibrani 13 : 17).
Syalom selamat membaca sahabat – sahabatku yang baik TUHAN YESUS memberkati kita semua..
Kinaonak..wa..wa…wa..wa**
TiEyom Tiom, 06 – 03 – 2026
*Penulis:
Pegiat Literasi Papua Pegunungan
——
![]()
