Cerpen :
“Sulitnya Angon Kambing Disebabkan Lahan Tergerus”
Karya : Wari Wicatman
Di sebuah desa kecil, hiduplah seorang peternak kambing bernama Pak Andi. Dia telah menjadi peternak kambing selama lebih dari 20 tahun, dan telah memiliki lebih dari 50 ekor kambing. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Pak Andi menghadapi kesulitan besar dalam mencari lahan untuk kegiatan angon ternaknya.
Ladang-ladang yang dulunya luas dan hijau, kini semakin sempit dan terbatas. Pembangunan perumahan dan lahan pertanian telah mengubah wajah desa, membuat lahan-lahan yang dulunya digunakan untuk angon ternak menjadi semakin langka.
Pak Andi terpaksa harus mencari lahan yang lebih jauh untuk mengangonkan kambing-kambingnya. Dia harus bangun pagi-pagi untuk membawa kambing-kambingnya ke ladang yang berjarak beberapa kilometer dari rumahnya. Namun, bahkan dengan usaha kerasnya, Pak Andi masih kesulitan untuk mencari makanan yang cukup untuk kambing-kambingnya.
“Ini sangat sulit,” kata Pak Andi dengan nada kecewa. “Saya tidak tahu lagi apa yang harus saya lakukan. Kambing-kambing saya semakin kurus, dan saya tidak bisa memberikan mereka makanan yang cukup.”
Pak Andi bukan satu-satunya peternak kambing yang menghadapi kesulitan ini. Banyak peternak kambing lainnya di desa juga menghadapi masalah yang sama. Mereka terpaksa harus mengurangi jumlah kambing mereka atau bahkan meninggalkan profesi mereka karena tidak bisa lagi mencari lahan untuk angon ternak.
“Ini adalah krisis bagi kami,” kata Pak Andi. “Kami butuh bantuan dari pemerintah dan masyarakat untuk mencari solusi. Kami tidak bisa terus-menerus menghadapi kesulitan ini.” Ujarnya dengan mengeluh.
Indramayu Minggu 25 Januari 2026
——
![]()
