Doa Dalam Perspektif Spiritual Sebagai Ekspresi Dari Keyakinan dan Kepasrahan Penuh Terhadap Tuhan


Doa Dalam Perspektif Spiritual Sebagai Ekspresi Dari Keyakinan dan Kepasrahan Penuh Terhadap Tuhan

Oleh : Jacob Ereste
Wartawan Lepas


Do’a dalam perspektif spiritual adalah bagian dari cara melakukan komunikasi dengan Tuhan. Kecuali itu, do’a adalah ekspresi dari ungkapan hati dan perasaan untuk melepaskan beban batin agar mendapatkan ketenangan jiwa.

Kecuali itu, do’a adalah upaya untuk mendapatkan bimbingan serta memperoleh petunjuk langsung dari Tuhan, sehingga dapat membuat dan menentukan pilihan yang tepat dan benar. Bahkan do’a sering kali dilakukan untuk mengungkapkan rasa syukur atas segala nikmat dan karunia yang telah diberikan oleh Tuhan.

Yang tidak kalah menarik, esensi dari do’a yang dilakukan merupakan bagian dari cara untuk meningkatkan kualitas spiritual sehingga bisa mencapai kesadaran dan keimanan yang lebih kuat dan mantap menjadi pegangan hidup yang kuat, konsisten serta gigih dan tangguh menghadapi segala rintangan dan kesulitan.

Karena itu, dalam perspektif spiritual, do’a dapat dipahami memiliki beberapa aspek yang penting, diantaranya intensi atau niat yang tulus dan ikhlas. Sikap dari konsentrasi agar dapat terhubung dengan Tuhan, serta pengendalian emosi afar memiliki nilai yang positif dalam ketulusan berdo’a, hingga rasa syukur, getaran cinta serta harapan yang mencerahkan. Adapun bahasa yang digunakan dalam penyampaian do’a bisa dikakukan dengan bahasa hati, bahasa verbal atau bahasa non-verbal sesuai dengan keinginan setiap orang yang bersangkutan.

Beragam bentuk do’a dalam perspektif spiritual bisa dilakukan dalam suasana hening sehingga dapat dilakukan dengan konsentrasi penuh untuk berhubungan dengan Tuhan. Ada juga do’a syukur, do’a permohonan. Tetapi semuanya itu tetap dalam upaya berhubungan dengan Tuhan sebagai ekspresi dari keyakinan dan kepercayaan yang sepenuhnya terhadap kekuasaan, kasih dan sayang serta sikap dan sifat pemurah Tuhan yang penuh pemaaf. Karena itu, sikap pertobatan manusia dari segala dosa atas perbuatan dan kesalahan yang pernah dikakukan, akan dikabulkan oleh Tuhan. Sebab yang terpenting permohonan ampunan itu dikakukan dengan sepenuh hati serta berjanji untuk tidak lagi mengulangi perbuatan atau kesalahan yang telah disadari dan dipahami sebagai perbuatan yang tidak terpuji itu.

Artinya, esensi dari do’a dalam perspektif spiritual adalah ekspresi dari keyakinan serta kepasrahan sepenuh hati terhadap Tuhan sebagai penguasa sekaligus penjaga jagat raya dan seisinya, terutama manusia.


Banten, 19 Januari 2026
——-

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!