Manusia Penjilat Sesungguhnya Adalah Sikap dan Sifat Munafik


Manusia Penjilat Sesungguhnya Adalah Sikap dan Sifat Munafik

Oleh Jacob Ereste
Wartawan Lepas

Manusia penjilat itu tidak jujur dan tidak tulus, sehingga tidak bisa dipercaya, karena memiliki motif untuk menyenangkan orang lain dengan harapan untuk memperoleh sesuatu yang menguntungkan dirinya. Karena itu, seorang yang mempunyai sifat dan sikap penjilat dapat merusak hubungan dengan orang lain, karena suka memuji dan mengagungkan orang lain hanya untuk mendapat keuntungan, tetapi semua yang dikatakannya bisa menjerumuskan, karena apa yang dikatakannya tidak jujur dan cenderung untuk tidak mengatakan yang sesungguhnya dari realitas yang sesungguhnya.

Oleh karena itu, apa yang dikatakannya tidak obyektif dalam menilai atau memberi pendapat, lantaran orientasi dari pernyataan atau pendapatnya sekedar untuk menyenangkan semata. Atas dasar itulah, manusia penjilat dominan munafik dan patut diwaspadai — atau bahkan perlu dihindari, katena akan selalu membungkus segala sesuatunya seakan-akan baik-baik saja, tidak ada masalah. Padahal yang kita perlukan adalah informasi yang sesungguhnya tentang segala sesuatu yang perlu kita ketahui untuk mendapatkan gambaran yang sesungguhnya terjadi guna mempersiapkan diri dari berbagai kemungkinan yang mungkin harus kita hadapi agar tidak sampai merugikan, baik dalam bentuk material maupun intelektual dan spiritual yang sangat pribadi sifatnya.

Begitu juga sifat dan kecenderungan dari manusia penjilat itu, lebih suka memuji orang lain secara berlebihan, atau sebaliknya menggambarkan keburukan orang lain secara berlebihan lantaran selalu ditumpangi oleh kepentingan dari ambisinya untuk memperoleh keuntungan tidak hanya dalam bentuk finansial tetapi juga bisa dalam bentuk hubungan sosial yang bisa memposisikan dirinya memiliki citra lebih dari orang lain tersebut.

Perilaku manusia penjilat ini harus diwaspadai lantaran bisa menjerumuskan kita masuk dalam perangkap lupa diri dan merasa lebih baik dari orang lain, sehingga abai pada kekurangan dan kesalahan yang perlu untuk dikoreksi agar tidak jumawa dan merasa selalu paling benar dari orang lain.

Dalam semua agama, sifat dan sikap dari manusia penjilat ini dianggap sebagai salah satu dari perilaku yang buruk. Maka itu manusia penjilat harus dijauhi — setidaknya harus diberi jarak l– supaya tidak sampai terlalu jauh memasuki bagian terpenting dari hidup dan kehidupan pribadi kita. Sebab manusia penjilat itu sesungguhnya adalah musuh yang dapat memperlemah serta menggoyahkan sifat dan sikap otentisitas dari kepribadian diri kita. Artinya, daoat dipahami bahwa sesungguhnya manusia penjilat itu sesungguhnya adalah ekspresi dari sikap dan sifat munafik.


Banten, 14 Januari 2026
——–

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!