Siapa Bilang MTs Tak Bisa Bersaing? Dari Al-Zaytun, Cerpen-Cerpen Ini Menaklukan Nasional


Siapa Bilang MTs Tak Bisa Bersaing? Dari Al-Zaytun, Cerpen-Cerpen Ini Menaklukkan Nasional

Oleh Ali Aminuloh

Siapa bilang madrasah tsanawiyah hanya penonton di arena kompetisi nasional? Di tengah dominasi sekolah-sekolah unggulan dan komunitas literasi besar, MTs Ma’had Al-Zaytun justru tampil mematahkan stigma. Dari lingkungan madrasah, para pelajar mereka berhasil menembus dan bersaing dengan ratusan penulis cerpen dari berbagai daerah di Indonesia dan berhasil membawa prestasi.

Fakta itu terkonfirmasi pada akhir 2025, ketika pelajar MTs Ma’had Al-Zaytun berpartisipasi dalam Event Lomba Cerpen Nasional daring yang diselenggarakan oleh FIT Cahaya Media. Kompetisi ini mempertemukan pelajar lintas wilayah dalam satu ruang adu gagasan dan imajinasi. Karya-karya yang dikirimkan sejak Oktober 2025 mengusung spektrum tema yang luas, mulai dari dunia mimpi, pergulatan batin, misteri, hingga refleksi sosial tentang kehidupan.

Hasilnya tidak bisa dianggap kebetulan. Di tengah persaingan ketat, sebelas pelajar MTs Ma’had Al-Zaytun menempatkan namanya dalam jajaran pemenang dan nominasi. Adelina Rahmi Azzahira (8-B-07) menyabet kategori Terunik lewat Dream World. Adiva Wafirah (8-B-05) terpilih sebagai Penulis Terpilih melalui Lautku, Cintaku. Dari kelas 9, Keitaro Davin (9-A-09) masuk Nominasi Favorit dengan The Dancer Foot, sementara Adam Alfath Satyariendra (9-A-01) dan Muhammad Arsenio F.P. (9-A-02) menembus Nominasi Terpilih lewat Keanehan Hari Hujan serta Rintik Hujan dan Masa Lalu.

Pencapaian tertinggi diraih Raja Damian Kurniawan (9-A-02) yang menyabet Juara Umum 2 melalui cerpen Diriku yang Lain. Sementara itu, Rizki Rama F. (9-A-07) meraih kategori Terbaik lewat Tanah Tandus Penuh Darah. Javas El. G. (9-A-01) mengamankan kategori Terunik dengan Catatan di Ambang Pintu. Nama lain yang menguatkan barisan prestasi adalah Aisy Hashshad (9-A-04) melalui Si Anak Indigo, Fath Al-Akbar (9-A-06) dengan Sebuah Langkah Kecil di Nominasi Terbaik, serta Aldiansyah Sasmita (9-A-06) yang meraih Harapan 3 lewat Whispers Of The Heart.

Kepala MTs Ma’had Al-Zaytun, Rizal Eka Sumadyo, M.Pd., menegaskan bahwa capaian ini bukan sekadar kemenangan lomba, melainkan indikator kualitas pembinaan literasi di madrasah. “Kami bangga. Anak-anak tidak hanya menulis untuk tugas kelas, tetapi mampu tampil dan diuji di level nasional. Ini menunjukkan madrasah bisa dan layak bersaing,” ujarnya.

Lebih jauh, prestasi ini mencerminkan perubahan penting: madrasah tidak lagi berada di pinggir wacana literasi, melainkan ikut menentukan arah. Ketika ruang-ruang kelas madrasah memberi tempat bagi kreativitas dan keberanian berpikir, karya-karya pun menemukan jalannya ke panggung nasional. MTs Ma’had Al-Zaytun telah membuktikannya dengan tulisan, bukan slogan.***


Indramayu, 13 Januari 2026
——–

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!