Kedatangan Orang Sriwijaya Di Semenanjung, Menciptakan Suku Baru Dan Bahasa Baru Yaitu Suku Dan Bahasa Melayu Abad XV


KEDATANGAN ORANG SRIWIJAYA DI SEMENANJUNG, MENCIPTAKAN SUKU BARU DAN BAHASA BARU YAITU SUKU DAN BAHASA MELAYU ABAD XV

Oleh : Hamly Hadi
( Pemerhati Sejarah )

Kedatangan orang orang Sriwijaya dari Palembang di semenanjung pada abad 15 (1402 M) yaitu Prameswara dan pengikutnya yang melarikan diri dari Palembang mendirikan kerajaan Malaka, merekalah orang orang yang pertama kali dipanggil sebagai orang Melayu oleh orang Jawa yang sudah lebih dulu ada di semenanjung, dan yang disebut sebagai orang Melayu hanyalah keturunan dari orang orang Malaka dan Johor karena suatu kaum harus ada hubungan biologis bukan sekedar berbudaya dan berbahasa yang sama.

Pada tahun 1406 Prameswara dan pengikutnya masuk Islam inilah awal mula muncul identitas orang Melayu yang bernuansa Islam dengan pakaian adatnya yang tertutup dan budayanya yang mengadopsi budaya Timur Tengah, Cina dan India. Melalui proses Akulturasi beberapa puluh tahun lahirlah bahasa Melayu pada tahun 1440-1602 Masehi yang berasal dari bahasa Banjar dari Sriwijaya berakulturasi dengan ratusan bahasa yang ada di Malaka ketika itu.

Orang Tempatan Kedah , Tempatan Kelantan Tempatan Terengganu,Tempatan Pahang sebenarnya mereka bukan orang Melayu, mereka hanya ikut berbudaya dan berbahasa Melayu karena pengaruh orang Melayu dari Malaka , makanya logat mereka berbeda dengan Melayu original di Malaka dan Johor karena memang mereka bukanlah orang Melayu secara biologis.

Ada lagi beberapa kelompok yang diklaim sebagai Melayu adalah suku suku yang kemudian datang dari Indonesia ke semenanjung pada abad 17- 19 seperti orang Aceh, orang Banjar , orang Bugis, orang Minang, orang Bawean, orang Mandailing , orang Makassar dan lain-lain. Mereka disebut sebagai Melayu dagang.

Serangan Portugis ke Malaka pada tahun 1511 membuat orang orang Melayu menyebar ke berbagai wilayah di semenanjung hingga pulau sumatera dan Kalimantan Barat, sehingga bahasa Melayu dan budaya Melayu mampu mempengaruhi daerah daerah yang mereka datangi sehingga bahasa dan budaya
Melayu semakin meluas tidak hanya ada di Malaka saja.**

Banjarmasin, 13 Januari 2026
——

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!