Ketika air mencari jalan
Kemana jalannya air mengalir….
Tentunya dari hulu hingga ke hilir.
Mudahnya bilang tak perlu khawatir.
Mungkin urat malu telah lama menyingkir.
Air adalah sumber kehidupan.
Ia tidak pernah datang
untuk membinasakan.
Ia mencari jalan
yang dulu disediakan.
Sebelum peta dirubah oleh kekuasaan.
Oleh kepentingan dan keserakahan.
Pohon-pohon tumbang
tanpa sempat berpamitan.
Kepada akar yang setia jadi resapan.
Deru mesin yang konon tak dikemudikan.
Tetapi belantara hancur luluh berserakan.
Di hulu air mencari tempat genangan.
Di hilir, rumah-rumah belajar arti kehilangan.
Hingga semua raib tinggalkan kenangan.
Manusia menyebutnya bencana.
Padahal alam sedang berbicara.
Dengan bahasa yang sarat dengan makna.
Tentang batas batas keseimbangan.
Tentang amanah yang ditinggalkan.
Meja-meja keputusan licin oleh gepokan terikat.
Sementara bandang mendata
nama-nama rakyat.
Mereka tak pernah ikut dalam rapat.
Namun selalu ikut menanggung akibat.
Pohon pengganti akan lama pulihkan keadaan.
Air tetap mengalir mencari jalan.
Bagaimana agar air menjadi sumber kehidupan.
Maka tanamlah pohon kesadaran.
Pada setiap sanubari.
Pada setiap penjuru negeri.
Pada setiap pergantian hari.
Agar Indonesia tetap abadi.
By Suwandi.
08-01-2026.
——–
![]()
