Oleh : Hamly Hadi
( Pemerhati Sejarah )
Hubungan suku Jawa dan Banjar sudah terjalin sejak abad ke 14, Kedatangan Majapahit ke Banua Banjar tidak dilakukan dengan Penaklukan atau peperangan seperti pada daerah lain nya.
Kedatangan Majapahit ke Banua Banjar dilakukan dengan pendekatan yang damai dengan melakukan kawin politik Antara Kerajaan orang Banjar yaitu Tanjung Puri dengan kerajaan Majapahit yaitu Putri Junjung Buih dengan Pangeran Surianata yang kemudian membentuk Kerajaan Nagara Dipa yang menjadikan Banua Banjar menjadi penguasa pulau Kalimantan karena semua kerajaan jajahan Majapahit di pulau Kalimantan diwariskan kepada Nagara Dipa hingga berlanjut sampai ke kesultanan Banjar.
Sehingga terjadi kolaborasi budaya antar kedua etnis, seperti alat musik gamelan, kesenian Kuda Gipang,senjata keris,wayang kulit, wayang Gong, Tari Topeng yang ada sejak zaman Nagara Dipa dan dilestarikan hingga sekarang di Desa Barikin Hulu Sungai Tengah.
Hubungan Antara Suku Jawa dan suku Banjar kembali berlanjut ketika Demak mengislamkan suku Banjar pada tahun 1526 .***
Banjarmasin, 24 Desember 2025
———
![]()
