ASAL USUL NENEK MOYANG ORANG SUNDA, NGAPAK DAN DERMAYU DARI KALIMANTAN
Oleh : Hamly Hadi
( Pemerhati Sejarah )
Istilah Galuh dalam bahasa Banjar digunakan untuk menyebut anak perempuan, juga digunakan untuk menyebut intan Permata.
Berdasarkan catatan sejarawan Belanda, Van der Meulen, pada abad pertama Masehi terbentuklah Kerajaan Galuh Purba di Gunung Slamet. Menurutnya, inilah kerajaan pertama dan terbesar di wilayah Jawa Tengah.
Para pendiri kerajaan itu merupakan para pendatang dari Kutai, Kalimantan Timur, sebelum munculnya Kerajaan Kutai. Para pendatang itu pertama kali mendarat di Pulau Jawa melalui Cirebon. Selanjutnya, mereka kemudian masuk ke pedalaman dan berpencar.
Sebagian di antara mereka menghuni kawasan di antaranya lereng Gunung Ciremai, Gunung Slamet, dan lembah Sungai Serayu. Mereka yang menetap di Gunung Ciremai mengembangkan peradaban Sunda, sedangkan mereka yang menetap di Gunung Slamet mendirikan Kerajaan Galuh Purba. Dari kerajaan inilah, raja-raja di Jawa terlahir.
Kerajaan Galuh Purba dipercaya eksis pada periode abad ke 1-6 Masehi. Wilayah kekuasaannya meliputi Indramayu, Cirebon, Brebes, Tegal, Pemalang, Bumiayu, Banyumas, Cilacap, Banjarnegara, Purbalingga, Kebumen, Kedu, Kulonprogo, dan Purwodadi.
Kerajaan ini berkembang menjadi dua kerajaan besar di masa selanjutnya, yaitu Kerajaan Kalingga di Jawa Tengah, dan Kerajaan Galuh di Jawa Barat. Tak heran, karena masih berasal dari rumpun yang sama, hubungan keturunan di dua kerajaan itu tetap terjalin dengan baik. Perkawinan antar dua kerajaan itu kemudian memunculkan Dinasti Sanjaya yang kemudian mempunyai keturunan raja-raja di Jawa.***
Banjarmasin, 23 Desember 2025
Sumber :
1.laporan yang ditulis tim peneliti sejarah Galuh tahun 1972
2.Catatan Van Der Meulen
3.buku E.M Uhlenbeck berjudul “A Critical Survey of Studies on the Languages of Java and Madura” tahun 1964
———-
![]()
