Bening Mental, Jernih Pikiran: Kunci Kelola Diabetes dengan Sehat Jiwa dan Otak

Bening Mental, Jernih Pikiran: Kunci Kelola Diabetes dengan Sehat Jiwa dan Otak

MOJOWARNO JOMBANG-JAYA NEWS.COM – Klub Diabetisi Rumah Sakit Kristen Mojowarno menggelar pertemuan edukatif pada Sabtu (13/12/2025) dengan menghadirkan dr. Novelita Mesah, SpKJ, dokter spesialis kedokteran jiwa.

Acara bertema “Bening Mental, Jernih Pikiran: Latihan untuk Jiwa dan Otak bagi Diabetisi” ini memberikan pencerahan penting tentang hubungan kesehatan mental dan diabetes.

Diabetes dan Kesehatan Mental

Dalam pemaparannya, dr. Novelita menjelaskan, beberapa faktor yang membuat pasien diabetes rentan mengalami kesedihan.

“Penyakit diabetes berlangsung lama dan memerlukan kontrol yang ketat. Gula darah yang naik turun dapat mempengaruhi hormon otak,” ujarnya.

Faktor lain yang turut berkontribusi antara lain ketakutan akan komplikasi, keterbatasan dalam aktivitas, gangguan tidur, serta minimnya dukungan keluarga.

Depresi pada Diabetisi

Berdasarkan penelitian yang disampaikan dr. Novelita, sekitar 20-25 persen pasien diabetes tipe 2 mengalami depresi.

Kondisi ini berdampak serius, karena pasien cenderung tidak patuh pada pengobatan, yang pada akhirnya memperburuk kendali gula darah.

Lebih lanjut, dr. Novelita menjelaskan bahwa diabetes dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah otak sehingga memicu kerusakan sel otak. Kondisi ini selanjutnya mengakibatkan penurunan fungsi kecerdasan, seperti menurunnya daya ingat.

Strategi Mengatasi Masalah

Dr. Novelita menyampaikan beberapa langkah penting untuk menjaga kesehatan mental dan kognitif pasien diabetes:

Pengendalian Gula Darah

Mengikuti pengobatan sesuai anjuran dokter menjadi langkah fundamental dalam pengelolaan diabetes.

Perhatikan Kesehatan

Mental Skrining rutin terhadap gejala mood seperti depresi dan pemantauan fungsi kognitif perlu dilakukan secara berkala.

Gaya Hidup Sehat

Menerapkan pola hidup sehat menjadi kunci dalam pengelolaan diabetes jangka panjang.
Stimulasi Kognitif Latihan otak dapat dilakukan melalui teka-teki ringan seperti tebak kata, susun huruf, dan kata berantai. Cerita nostalgia, seperti menceritakan masa muda atau menyambung cerita dengan teman, juga efektif melatih fungsi kognitif.

Latihan Jiwa Praktik

Latihan pernapasan dalam, afirmasi positif, dan menulis jurnal syukur dapat membantu menjaga kesehatan mental.

Berani Mencari Bantuan

Mengakhiri pemaparan, dr. Novelita menekankan pentingnya dukungan sosial dan profesional.

“Mencari teman untuk berbagi dan meminta bantuan profesional bukanlah tanda kelemahan, tapi bukti bahwa kita berani menjaga diri dan memilih untuk terus kuat,” tegasnya.

Dengan menerapkan berbagai strategi tersebut, diharapkan para penderita diabetes dapat mencapai kondisi mental yang bening dan pikiran yang jernih, sehingga mampu mengelola penyakitnya dengan lebih baik.***

Lukius
Kontributor Jombang

Catatan :
Artikel ini disusun berdasarkan pemaparan narasumber dalam acara Klub Diabetisi RS Kristen Mojowarno
——

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!