Reuni Akbar Ke-7 Alumni 212 Memperkuat Persaudaraan dan Solidaritas Antar Umat


Reuni Akbar Ke-7 Alumni 212 Memperkuat Persaudaraan dan Solidaritas Antar Umat

Penulis : Jacob Ereste
Wartawan Lepas


Acara reuni 212 di pelataran Monumen Nasional pada Desember 2025 mendapat respon positif dari pemerintah daerah DKI Jakarta maupun Pemerintah Pusat yang ditandai dengan pemberian tenda tersusun rapi terbagi dalam delapan sehingga memungkinkan interaksi antar jamaah yang berdatangan dari berbagai daerah. Aspirasi Indonesia sebagai salah satu pendukung dan penyelenggara acara reuni 212 ikut berperan sebagai supplier sekaligus distributor konsumsi, mulai dari nasi goreng, pisang goreng hingga singkong goreng, serta beragam roti, korma dan siomay serta air minum mineral di posko No. 6 dari pintu Timur, Kawasan Monas.

Suasana reuni 212 sebetulnya sudah bergerak sejak semalam diberbagai stasiun dan terminal kedatangan peserta reuni 212 yang terus mengalir dan menebar seperti di Masjid Istiqlal hingga Madjid Kebun Jeruk, Jakarta Barat hingga Masjid Al Mubarok, Kalideres dipenuhi jamaah yang berdatangan dari berbagai daerah dan kota di Indonesia. Bahkan ada beberapa diantaranya seperti Lampung dan Klaten yang sudah berada di Jakarta sejak seminggu lalu untuk mengikuti acar reuni 212 ke-7 sejak dilaksanakan pertama kali pada 2 Desember 2018 silam.

Masalah yang muncul secara teknis dalam acara reuni 212 ini adalah sarana kamar kecil yang fungsinya relatif terlambat dioperasikan, hingga mendapat komplain dari Bunda Royaningrum dari Aspirasi Indonesia karena Water Colosed (WC) baru bisa dioperasikan pada pukul 20.00. Padahal untuk peserta reuni yang mempersiapkan tempat sejak pagi sudah mengalami masalah membuang hajat besar maupun hajat kecil, bahkan untuk keperluan wuddu mensucikan diri ketika hendak melakukan sholat

“Iya, masak ingin pipis saja harus ditunda sampai jam 20.00” Artinya, panitia dari pihak pemerintah tidak cukup mengerti tentang teknis pelaksanaan di lapangan. Demikian juga dengan saluran listrik untuk penerangan ketika malam dan untuk mencas hp ketika battere melemah.

Sejumlah Kendaraan dari Suku Dimas Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Pusat memang sudah stanby sejak siang, tapi karena birokrasi yang kaku — tidak luwes– tetap berkukuh baru akan dioperasikan pada pukul 20.00 sesuai dengan perintah bos yang tak paham teknis pelaksanaan acara di lapangan.

Dari Aspirasi Indonesia sendiri yang menempati Posko No. 6 tampak mendapingi Bubda Wati Salam Bunda Nuning, Jariningsih, Ain, Nina, Ustad Yasud Salmah, Rachmadi, Sukirman, Nahdi Jayaharta, Amir Machmud dan sejumlah sahabat dan kerabat serta simpatisan Aspirasi.

Pendek kata, aneka ragan peserta dan hadirin serta pendukung acara reuni 212 ini tampak beraneja ragam macam juga dalam sajian pangan dan momuman yang para relawan. Mulai dari kolak kolang kaling sampai kolak singkong dan kolak Labu Jawa terhidang dari berbagai stan atau posko Emak-emak yang aktif ikut berpartisipasi dari berbagai komunitas pengajian, seakan sedang bersaing menyuguhkan menu terunik dan terenak buatan mereka sendiri.

Bahkan ada yang menyempatkan diri untuk membagikan produk minuman air mineral dalam bentuk kemasan bergambar dironta sebagai anggota DPD RI, artinya tak hanya sekedar ikut berpartisipasi, tapi juga merasa perlu memperkenalkan diri sebagai wakil rakyat.

Lalu ada ide yang menarik untuk mengirim semacam tim sapujagat untuk mengumpulkan pembagian berbagai macam panganan dan minuman itu dari semua posko yang ada, untuk kemudian dikumpulkan pada satu stand agar dapat distribusinya kepada jemaah yang memerlukannya. Sehingga suasana akrab lebih memiliki nuansa persaudaraan yang semakin akrab semakin menjelang saat sembahyang maqrib, jumjah jamaah reuni 212 sudah bisa mencapai 140.000 jamaah yang bertebaran di Taman Monas.

Yang menarik dan unik dalam scara reuni 212 ini tidak ada penjual makanan, karena semua makanan dan minuman disediakan oleh puluhan posko Ibu-ibu yang berjajar sepanjang jalan dari lima pintu taman Monas sampai ke ujung panggung pusat kegiatan acara berdo’a, zikir hingga pengajian dan sholat berjamaah ashar dan maqrib hingga sholat isya.

Tausyiah dari Al Mukaram Unar Abdul Azis dari Palembang merupakan urutan pertama yang tampil di mimbar 212. Hadir Gubernur DKI Jakarta dan Wakil dari Menteri Agama RI. Seruan untuk menjadikan 212 rutin dilakukan serta hari libur nasional.

Menjelang malam, acara reuni tidak hanya menunaikan sholat bersama, tapi juga kataman — semaan — Al Qur’an, Istiqozah, zikir, do’a bersama untuk bangsa dan negara agar segera pulih dan membaik bagi seluruh rakyat yang sudah terlalu lama didera derita. Agaknya ijatan persaudaraan serta solidaritas antar umat ini semakin menjadi penting dan perlu ketika harus menghadapi madakah maupun tantangan yang harus dihadapi bersama akibat tekanan dari berbagai pihak yang hendak memecah persatuan dan kesatuan bangsa.

Rangkaian acara reuni sepenuhnya bernuansa zikir puja-puji kepada Nabi Besar Muhammad SAW dilantunkan semakin menghangat dan khuzuk seusai bakda sholat isya hingga menjelang tengah malam seperti jamaah yang berdatangan tiada henti hingga menjelang sholat berjamaah subuh. Dan penanggalan waktu pun sudah jauh merangkak sejak tengah malam tadi memasuki Rabu, 3 Desember 2025.***


Monas, 2 – 3 Desember 2025
——-

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!