Pelatihan Women Health di Al-Zaytun: Memahami Siklus Hidup Wanita, dari Anatomi, Harga Diri hingga Luka Hati

Pelatihan Women Health di Al-Zaytun: Memahami Siklus Hidup Wanita, dari Anatomi, Harga Diri hingga Luka Hati


Oleh Dr. Ali Aminulloh, M.Pd.I, ME. (Dosen IAI Alazis)

Pekan ini, di Gedung Abu Bakar di kampus Ma’had Al Zaytun, Indramayu, terasa berbeda. Bukan untuk pembelajaran rutin, melainkan menjadi panggung bagi sebuah kesadaran kolektif: pentingnya memahami kesehatan wanita sebagai fondasi utama generasi. Selama tiga hari yang intens, mulai 3 hingga 5 November 2025, sebanyak 30 peserta—perpaduan cerdas antara pelajar Aliyah, guru pembimbing, dan mahasiswi—berkumpul, siap menyerap ilmu dari sudut pandang global. Mereka tidak hanya belajar anatomi, tetapi menggali arti harga diri dan menyembuhkan luka hati.

Acara pelatihan “Women Health” ini menjadi bukti nyata komitmen serius Al Zaytun dan Lembaga Pelayanan Mahasiswa Indonesia (LPMI).

Sesi dibuka dengan penekanan urgensi dari Dr. Ali Aminulloh, M.Pd.I. ME, Ketua Majelis Pengendali Pelajar Al Zaytun. Beliau menegaskan, bahwa kesehatan wanita adalah mata rantai yang menentukan kualitas generasi dan harus dijaga sejak dini dengan ilmu yang memadai.

Kemudian, semangat kolaborasi global diperkuat oleh sambutan dari Drs. William Wairata, M.Th, Ketua Lembaga Pelayanan Mahasiswa Indonesia (LPMI). Beliau menyatakan, pelatihan ini adalah bentuk komitmen dari masyarakat global untuk berbagi informasi penting di bidang kesehatan wanita.

“Kegiatan ini memberi makna bahwa kesehatan wanita adalah pondasi penting bagi kemajuan generasi muda dan bangsa,” ujar William Wairata, menandai bahwa inisiatif ini bukan sekadar pelatihan lokal, tetapi bagian dari gerakan kesehatan global.

Sentuhan Global di Tanah Lokal: Dua Figur Inspiratif

Kekuatan pelatihan ini terletak pada para pemateri yang membawa pengalaman praktis melintasi benua. Dua srikandi kesehatan asal Amerika Serikat hadir sebagai mentor, memadukan wawasan akademis dan pengalaman lapangan:

• Robyn Flenner (51 tahun): Lulusan Public Health dari Liberty University. Ibu tiga anak dari Philadelphia ini membawa perspektif kesehatan masyarakat yang komprehensif, fokus membekali peserta agar menjadi agen kesehatan di komunitas.

• Erica Dettman: Seorang Perawat Terdaftar (Registered Nurse) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun, lulusan University of Illinois at Chicago. Dengan kecintaannya pada segala hal terkait persalinan dan bayi,

Erica berbagi ilmu yang didapatnya dari ruang operasi hingga komunitas.
Kolaborasi ini bukan sekadar seminar, melainkan transfer pengalaman hidup yang hangat, di mana pengetahuan global diadaptasi untuk konteks lokal Indramayu.

Tiga Hari Membongkar Misteri Siklus Kehidupan

Kurikulum pelatihan dirancang mengalir, mengikuti linimasa kehidupan seorang wanita. Peserta dibagi menjadi kelompok yang didampingi oleh pembimbing, memastikan setiap materi terserap secara personal.

Hari Pertama:
Pondasi dan Kekuatan Batin

Sesi dibuka dengan pengenalan anatomis, “Tubuh Wanita,” yang menjelaskan fungsi organ reproduksi dalam bahasa yang mudah dipahami. Namun, titik fokus yang paling menyentuh adalah sesi “Harga Diri” (Self-Worth). Di tengah bombardir standar kecantikan dan tekanan sosial, sesi ini membahas bagaimana remaja hingga dewasa muda dapat membangun citra tubuh positif dan mempertahankan harga diri—pondasi mental yang tak terpisahkan dari kesehatan fisik.

Hari Kedua:
Dari Kehamilan Hingga Pelukan Pertama

Hari kedua bergeser ke fase reproduksi. Di bawah panduan Erica Dettman, peserta mendalami seluk-beluk Kehamilan, pentingnya nutrisi yang tepat, hingga pengetahuan krusial tentang Persalinan dan Melahirkan (Labor and Delivery). Lebih dari sekadar proses fisik, sesi ini juga menyentuh aspek emosional pemulihan ibu melalui Perawatan Pasca Persalinan, termasuk cara mengenali baby blues dan depresi pascapersalinan. Perawatan Bayi Baru Lahir dan Menyusui melengkapi hari ini, membekali peserta dengan keterampilan praktis pengasuhan awal.

Hari Ketiga:
Pencegahan dan Penyembuhan Emosi

Di hari penutup, fokus diarahkan ke isu kesehatan jangka panjang dan pencegahan. Materi Kanker pada Wanita (serviks dan payudara) disampaikan dengan penekanan pada deteksi dini dan pencegahan. Sesi Nutrisi memastikan peserta memahami pentingnya gizi seimbang sepanjang usia.
Puncak emosional hari itu adalah sesi “Luka Hati” (Heart Wounds). Ini adalah sesi non-medis yang mengakui fakta bahwa trauma psikologis—sering terabaikan—memiliki dampak mendalam pada kesehatan fisik wanita. Sesi ini mendorong peserta untuk mencari dukungan emosional, menegaskan bahwa kesejahteraan wanita adalah paket lengkap yang mencakup fisik dan mental.

Epilog: Menjadi Lentera di Komunitas

Tirai pelatihan “Women Health” telah ditutup, namun dampak sesungguhnya baru saja dimulai. Tiga puluh peserta—yang kini telah bertransformasi menjadi Duta Kesehatan Wanita—tidak hanya membawa pulang sertifikat, melainkan sebuah peta jalan yang utuh menuju kehidupan yang sehat. Mereka adalah benih yang akan menumbuhkan kesadaran baru di Indramayu dan sekitarnya.

Di akhir sesi, pesan yang bergema kuat adalah tentang keberanian. Keberanian untuk bertanya tentang kesehatan menstruasi, keberanian untuk meminta dukungan saat postpartum, dan yang terpenting, keberanian untuk mengakui dan menyembuhkan luka batin.

Inisiatif Al Zaytun dan LPMI ini telah menanamkan pemahaman bahwa setiap wanita adalah penjaga gerbang kesehatan bagi keluarganya dan bagi bangsa. Dengan bekal ilmu yang kuat, para peserta kini siap berdiri tegak, menjadi lentera yang menyebarkan wawasan berharga, memastikan setiap generasi penerus lahir dari rahim wanita yang sehat—fisik dan jiwa. Ini adalah investasi yang akan terus berbuah, demi masa depan Indonesia yang lebih kuat.**


Indramayu, 8 November 2025
—–

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!