Dari Kampus Indramayu Menuju Panggung Nasional: Kisah Inspiratif Tim HES IAI Al-Azis Menembus Final Nasional Olimpiade Keuangan Syariah 2025

Dari Kampus lndramayu Menuju Panggung Nasional: Kisah Inspiratif Tim HES IAI Al-Azis Menembus Final Nasional Olimpiade Keuangan Syariah 2025


Oleh: Ali Aminulloh
( Dosen IAI Al-Azis )


Di tengah dominasi kampus-kampus besar seperti Universitas Padjadjaran dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung, sebuah nama dari kampus daerah tiba-tiba mencuri perhatian.
Mereka adalah tiga mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah (HES) IAI Al-Azis, yang dengan kerja keras, doa, dan strategi cerdas berhasil menembus Final Nasional Indonesia Sharia Financial Olympiade (ISFO) 2025 — sebuah prestasi yang bukan hanya membanggakan kampus, tetapi juga mengharumkan nama Jawa Barat.

Panggung Literasi Syariah Terbesar di Indonesia

Ajang Indonesia Sharia Financial Olympiade (ISFO) 2025, yang digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), merupakan wadah prestisius bagi generasi muda untuk mengasah literasi keuangan syariah.
Dengan dua kategori utama — Cerdas Cermat Keuangan Syariah (CCKS) dan Wirausaha Muda Syariah — kompetisi ini menjadi ruang aktualisasi bagi pelajar dan mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan analisis, wawasan, dan pemahaman terhadap ekonomi berbasis syariah.

Perjuangan dari Jawa Barat: Ketika Semangat Mengalahkan Nama Besar

Perjalanan panjang tim IAI Al-Azis dimulai dari Region 2 Jawa Barat, wilayah yang dikenal paling kompetitif di Indonesia.
Sebanyak 74 tim terbaik dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta ambil bagian, terbagi ke dalam tiga wilayah: Jawa Barat, Cirebon, dan Tasikmalaya.

Di tengah gempuran tim-tim besar, IAI Al-Azis tampil percaya diri dengan formasi solid:

Lulu Azkya Ramansyah (HES-7, asal Garut)
Fitria Insani (HES-5, asal Banjar)
Saskia Amanah (HES-5, asal Jambi)

Ketiganya dibimbing langsung oleh Agus Rozak Syamsuddin, S.Ag., M.H., Ketua Prodi Hukum Ekonomi Syariah.
Babak penyisihan pada 11 Oktober 2025 menjadi awal yang menegangkan. Namun hasilnya mengejutkan — tim IAI Al-Azis berhasil menembus peringkat ketiga dan melaju ke final regional bersama lima tim terbaik lainnya, termasuk UIN Siber Cirebon.

Juara Satu Regional Jawa Barat: Melampaui Raksasa Akademik

Babak Final Regional Jawa Barat yang berlangsung pada 18 Oktober 2025 menjadi momentum luar biasa. Dari 18 tim terbaik, hanya tiga yang berhak melaju ke tingkat nasional.
Dengan strategi yang matang dan kerja sama solid, tim IAI Al-Azis berhasil menjawab berbagai pertanyaan sulit seputar prinsip syariah, akad, produk keuangan, hingga regulasi OJK — dan akhirnya menjadi Juara 1 Regional Jawa Barat!

Kemenangan ini terasa heroik karena mereka berhasil mengungguli tim-tim favorit dari Universitas Padjadjaran (UNPAD) dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung, yang masing-masing menempati posisi kedua dan ketiga.
Ketiga tim ini pun resmi menjadi wakil Jawa Barat untuk Final Nasional ISFO 2025.

Menuju Perhelatan Final Nasional

Setelah melalui pertarungan sengit di level regional, kini perjalanan mereka berlanjut ke Final Nasional ISFO 2025 yang akan dilaksanakan secara daring pada 25 Oktober 2025.
Babak ini akan mempertemukan 27 tim terbaik dari 9 regional se-Indonesia, masing-masing regional mengirimkan 3 tim andalan.

Di tahap nasional ini, seluruh peserta akan kembali diuji secara komprehensif — tidak hanya pada kecepatan menjawab, tetapi juga pada ketepatan logika dan pemahaman mendalam terhadap konsep keuangan syariah.

Dari babak inilah, hanya enam tim terbaik yang akan dipilih untuk melaju ke Grand Final ISFO 2025, yang digelar secara onsite di Surabaya pada 4 November 2025.

Rahasia Kemenangan: Fokus, Familiar, dan Fleksibel

Menurut pembimbing tim, Agus Rozak Syamsuddin, kemenangan ini adalah anugerah luar biasa sekaligus hasil kerja keras yang terukur.
“Ini baru pertama kali kami ikut ajang sebesar ini. Anak-anak mempersiapkan diri dengan sangat sederhana, tapi fokus dan disiplin,” ujarnya.

Persiapan dilakukan dengan seleksi internal ketat melalui Himpunan Mahasiswa HES (HIMA HES), kemudian dilanjutkan dengan lima kali sesi drill online menggunakan Kahoot!, aplikasi yang juga sering digunakan dalam proses perkuliahan.
Keterbiasaan inilah yang membuat mereka lebih adaptif dalam menjawab pertanyaan cepat dan akurat.

Empat materi utama yang menjadi pilar penguasaan mereka adalah:

1. Prinsip dan akad dalam ekonomi Islam

2. Produk dan lembaga keuangan syariah

3. Wawasan perkembangan industri keuangan syariah

4. Regulasi OJK, pengelolaan keuangan, dan investasi

Epilog: Cahaya dari Kampus Daerah

Kisah tim HES IAI Al-Azis bukan sekadar cerita kemenangan, melainkan bukti bahwa prestasi tidak ditentukan oleh besar kecilnya kampus, tetapi oleh besar kecilnya tekad dan usaha.
Mereka datang dari daerah, namun tekad mereka melampaui batas geografis.

Kini, langkah mereka menuju Final Nasional adalah perjalanan menuju sejarah baru. Mereka bukan hanya membawa nama IAI Al-Azis, tetapi juga membawa semangat seluruh mahasiswa daerah yang percaya bahwa ilmu dan iman adalah kombinasi kemenangan sejati.

Semoga perjuangan ini menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus menapaki jalan ilmu, menebarkan keberkahan, dan berani tampil sebagai pelopor ekonomi syariah di masa depan.

“Dari kampus kecil, lahir cahaya besar yang menerangi masa depan ekonomi syariah bangsa.”

Mari kita dukung Tim IAI Al-Azis, menembus Final Nasional dan menapaki Grand Final ISFO 2025 di Surabaya.
Perjuangan baru dimulai — dan sejarah sedang mereka tulis.**


Indramayu, 19 Oktober 2025
—-

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!