PKBM Al Zaytun: Melampaui Target, Menyemai Harapan Baru Untuk “Menjawab Tantangan Reang Belajar”
INDRAMAYU-JAYA NEWS.COM – Rabu, 8 Oktober 2025 menjadi hari yang bermakna bagi dunia pendidikan non formal Indramayu. Pengurus PKBM Al Zaytun yang dipimpin oleh Dr. Ali Aminulloh, M.Pd., M.E., bersama operator Abdul Karim, S.Mn., M.Pd., dan koordinator tutor Giarto, bersilaturahmi ke Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu.Mereka disambut hangat oleh Kepala Dinas Pendidikan, Dr. H. Caridin, S.Pd., M.Si.
Dalam pertemuan itu, Ali Aminulloh memaparkan capaian luar biasa PKBM Al Zaytun dalam mendukung program “Reang Belajar”—program yang digagas pemerintah daerah untuk memperluas akses pendidikan masyarakat.
Sesuai arahan Bupati Indramayu, Lucky Hakim, setiap desa ditargetkan memiliki penambahan 100 warga belajar (WB) baru. Namun, PKBM Al Zaytun berhasil melampaui target tersebut dengan capaian menakjubkan: 202 warga belajar baru di tahun 2025, atau lebih dari 200% dari target.
Pencapaian ini bukan sekadar angka, tetapi bukti nyata semangat dan kerja keras tim PKBM Al Zaytun dalam membuka kesempatan belajar bagi masyarakat.
Langkah Besar Menuju Politeknik Al Zaytun
Dalam dialog yang berlangsung penuh kehangatan itu, Dr. Ali Aminulloh juga memaparkan rencana besar: pembukaan Politeknik Al Zaytun.
Politeknik ini akan fokus pada program studi pertanian, perikanan, dan peternakan, tiga bidang strategis yang sejalan dengan potensi utama Kabupaten Indramayu.
Kepala Dinas Pendidikan, Dr. H.Caridin,S.Pd. M.Si menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menegaskan, daerah Indramayu memang membutuhkan SDM yang terampil dan berpendidikan untuk mengembangkan empat sektor unggulan: pertanian, perikanan, peternakan, dan kelautan.
“Semua potensi itu sudah ada di Al Zaytun. Tinggal kita kuatkan lewat pendidikan,” ungkapnya penuh apresiasi.
Langkah Al Zaytun membuka politeknik menjadi sinyal kuat, bahwa Al Zaytun berkomitmen mengembangkan vokasi generasi muda dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Silaturahmi yang Menghidupkan Semangat
Perjalanan rombongan PKBM berlanjut dengan kunjungan kepada Hj. Emilia Kusnandar, S.Pd., M.M., Sekretaris Dinas Pendidikan yang baru dilantik. Sebelumnya, beliau menjabat sebagai Kepala Bidang PNFI dan telah lama bersinergi dengan PKBM Al Zaytun.
Dalam suasana penuh keakraban, Hj. Emilia menyampaikan rasa bangganya atas perkembangan PKBM Al Zaytun. Ia berharap program kewirausahaan berbasis potensi lokal yang telah digagas dapat terus tumbuh dan menginspirasi lembaga lain.
“Saya kangen warga belajarnya,” ujarnya dengan mata berbinar, menandakan kedekatan emosional yang telah terjalin selama ini.
Kunjungan juga dilakukan ke Kabid PNF baru, Ibu Aam Aminah,S.Ag.M.Pd.I., untuk menyerahkan berkas pendaftaran 202 WB baru, 18 peserta TKA (Tes Kompetensi Akademik), dan 38 berkas tutor baru.
Berkas diterima oleh Sutadi, staf bidang PNF.
Dr. Ali menjelaskan bahwa TKA bagi warga belajar Paket C bersifat tidak wajib, namun menjadi ajang pengukuran capaian kesetaraan pendidikan—serta motivasi agar para warga belajar terus meningkatkan kompetensinya. Tes ini dijadwalkan pada 8–9 November 2025, dan menjadi langkah penting untuk menegaskan kualitas lulusan PKBM.
Epilog: Menyalakan Cahaya di Sudut Negeri
Dari ruang-ruang belajar sederhana di Al Zaytun, cahaya harapan terus menyala.
PKBM Al Zaytun bukan sekadar lembaga pendidikan non formal, tetapi sebuah gerakan pemberdayaan—membuka akses belajar, menumbuhkan potensi, dan menyiapkan generasi yang mandiri serta produktif.
Di tengah arus globalisasi dan perubahan zaman, PKBM ini membuktikan bahwa semangat belajar tak mengenal usia, status, atau batas waktu.
Selama ada tekad dan kepedulian, pendidikan akan selalu menemukan jalannya.
Dan di Indramayu, cahaya itu bersinar dari Al Zaytun.**
Ali Aminulloh
—-
![]()
