Antologi Puisi Republik Puitik
Karya Pulo Lasman Simanjuntak
SAJAKKU MENULIS INDONESIA MAKIN GELAP
sajakku menulis
indonesia makin gelap
di depan cermin rakyat
turun ke jalan
bawa bendera hitam
di tangan kanan
akar kepahitan
dilukis dalam hujan
lantaran kenaikan harga
pangan
kelangkaan gas buatan
phk serabutan
jutaan orang
kehilangan pekerjaan
anak-anak tak lagi duduk tenang
di bangku pendidikan
kelaparan mulai disampaikan
lewat nyanyian
anak-anak jalanan
anak-anak sekolahan
dijanjikan makan siang
bergizi tinggi
sehat dan gratis
meluncur dari mulut awan
jadi keracunan massal
dibayar tanpa uang
dilunasi dengan utang negara
sajakku menulis
indonesia makin gelap
dijual lautan
digadaikan langit buatan
proyek mercusuar kembar
disuntik api koruptor
mata duitan
seribu tujuh ratus triliunan
dengan hukuman cambuk liar
denda paling ringan
mau dibawa kemana
bila negaraku terpecah belah-
tanpa airmata
menyemburkan darah
di tanah belum merdeka ?
seratus hari hanya bisa didaki matahari
dengan caci maki
berulangkali
pasti terjadi
cuci darahmu indonesiaku
dengan roh rendah hati
untuk raih satu kata
kemenangan abadi
sampai pada akhirnya
perlahan tanpa ada ketahanan
republik ini akan mati
ditelan mulut bumi
sakit hati
Jakarta, Rabu, 19 Februari 2025
Biodata :
Pulo Lasman Simanjuntak, dilahirkan di Surabaya 20 Juni 1961. Ratusan karya puisinya telah diterbitkan dalam 7 buku antologi puisi tunggal, dan 50 buku antologi puisi bersama para penyair di seluruh Indonesia.Sejak tahun 1980 s/d 2025 karta puisinya telah dimuat di 23 media cetak (koran harian, suratkabar mingguan, dan majalah ), serta dipublish (tayang) kurang lebih di 300 media online (website) dan majalah digital.
Karya puisinya juga telah dipublikasikan sampai ke mancanegara seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Republik Demokratik Timor Leste, Bangladesh, dan India.Sering diundang membaca puisi di Pusat Kesenian Jakarta (PKJ) Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Radio Republik Indonesia (RRI), Cafe Sastra Balai Pustaka, dan sejumlah tempat komunitas sastra di wilayah Jabodetabek.
Karya puisinya berjudul “Menulis Syair Untuk Presiden Episode Dua” dan “Meditasi Batu” telah diciptakan menjadi tembang puitik musik klasik oleh Komponis & Pianis Ananda Sukarlan.Puisi “Meditasi Batu” telah diperdanakan lewat tembang puitik Komponis Ananda Sukarlan melalui Zoe Hong Yee Huay, Mezzo Soprano dari Malaysia di Royal Conservatoire of Scotland (RCS) Universitas Glasgow di Skotlandia, Inggris pada bln Maret 2025 lalu.
Bekerja sebagai wartawan dan bermukim di Pamulang, Kota Tangerang Selatan-Indonesia
Kontak : 08561827332 (WA)
Medsos :
Facebook : Bro
Instagram : Lasman Simanjuntak
Tik Tok : Lasman Simanjuntak
Youtube : Lasman TV
(**)
Kontributor : Flora Kolondam
—
![]()
