Tuntaskan Studi S1 Masa Tempuh Tiga tahun Sepuluh Bulan, Sri Nuryati Tembus Jurnal Sinta 2
SEMARANG-JAYA NEWS.COM – Sri Nuryati, mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa asal Suruh Kabupaten Semarang menyelesaikan masa Studi 3 tahun 10 bulan. Tugas akhir sebagai syarat kelulusan ditempuh melalui jalur artikel jurnal. Sri, panggilan akrab gadis cantik mungil ini, meneliti tentang leksikon Tari Prajuritan sejak bulan Februari hingga Agustus 2025.
Penelitian tentang Tari Prajuritan, tarian khas Kabupaten Semarang, menunjukan bahwa tarian ini memiliki nilai budaya yang mendalam.
” Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya popularitas Tari Prajuritan, padahal tarian ini menyimpan banyak nilai budaya yang penting,” ungkapnya,Senin 22 September 2025.
Sri Nuryati yang kini mengisi kesibukannya dengan mengajar di sela-sela menunggu waktu wisuda, menjelaskan tujuan dari penelitian yang dia lakukan.
Menurut Sri Nuryati, penelitian ini bertujuan untuk:
– *Menganalisis bentuk satuan lingual* dalam Tari Prajuritan
– *Mengungkap makna leksikal dan makna budaya* yang terkandung di dalamnya.
Lanjutnya,penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data diperoleh melalui wawancara, rekaman, dan catatan lapangan dengan informan yang terdiri dari:
– *Instruktur tari*
– *Pimpinan kelompok*
– *Penari*
– *Penabuh gamelan*
*Hasil Penelitian*
Peneliti menemukan 61 satuan lingual yang dikelompokkan dalam enam kategori utama, yaitu:
– *Paraga (tokoh tari)*
– *Busana (pakaian)*
– *Ubah rampe (perlengkapan)*
– *Iringan musik*
– *Gerak tari*
– *Gelar (formasi penari)*
Setiap satuan lingual tidak hanya memiliki arti dasar, tetapi juga sarat nilai budaya, seperti:
– *Kepemimpinan*
– *Kebersamaan*
– *Keberanian*
– *Kesopanan*
– *Pengendalian diri*
– *Harmoni*
*Makna Tari Prajuritan*
Menurut Nur Fateah sebagai dosen pembimbing, penelitian ini sudah diawali sejak mengikuti mata kuliah etnolinguistik.
“Tari Prajuritan bukan hanya pertunjukan seni, melainkan media pelestarian nilai budaya Jawa yang penting diwariskan kepada generasi muda,” lanjut Nur Fateah.
Penelitian ini menunjukkan bahwa Tari Prajuritan memiliki nilai budaya yang mendalam dan perlu dilestarikan.
Artikel berdasarkan hasil penelitian ini, secara lengkap dapat diunduh pada laman jurnal edulite. https://jurnal.unissula.ac.id/index.php/edulite/article/view/45355/13574.***
Nur Fateah
Dosen PBSJ FBS UNNES
—-
![]()
