Hilang Oyen Muncullah Loly: Sahabat Sekretariat Pendidikan Di Al-Zaytun Indramayu
INDRAMAYU-JAYA NEWS.COM – Tatkala melangkah ke halaman Sekretariat Pendidikan Al-Zaytun, ada sosok kecil berbulu oranye yang kerap menyambut dengan sorot mata ramah dan lenggokan tubuh yang manja. Dialah Oyen, kucing jantan yang sejak kecil telah menjadi bagian dari keluarga besar sekretariat. Namanya sederhana, diambil dari warna bulunya—oren atau “oyen” dalam bahasa keseharian. Ia bukan sekadar kucing; ia adalah penjaga suasana hati, pemecah sunyi di sela padatnya pekerjaan, dan penyambut tamu tanpa lelah.
“Kalo ada Oyen suasana jadi meriah,” jelas Sahrul Abadi, salah satu “kuncen” Sekretariat.
Oyen hadir dalam hidup para staf Sekretariat Pendidikan setelah ditinggal induknya. Sejak itulah ia tumbuh bersama denyut aktivitas kantor, ikut serta dalam berbagai dinamika harian, menjadi bagian dari obrolan ringan maupun istirahat senja. Ia tahu siapa yang suka berbagi makanan, siapa yang membelainya setiap pagi. Baginya, setiap penghuni sekre adalah pemberi rezeki—dalam bentuk makanan, kasih sayang, atau sekadar kehadiran.
Namun, menjelang akhir tahun 2024, Oyen yang usianya semakin berumur, sering tidak lagi tampak di kantor, sampai pada akhirnya menghilang. Tanpa jejak, tanpa pamit. Ia tak pernah lagi muncul di teras atau melingkar di bawah meja. Pertanyaan demi pertanyaan pun bergulir—apakah ia telah tiada, atau mungkin diambil orang? Tak seorang pun tahu. Yang pasti, ada ruang kosong dalam hati para penghuni sekretariat. Dalam obrolan sore sambil menyeruput kopi, nama Oyen kembali disebut-sebut, menjadi kenangan yang tak mudah dilupakan.
“Si Oyen itu ngangenin”, kata Usth. Indah, salah satu personil Sekretariat,Selasa 1 Juli 2025,kepada Jaya-News.com.
Loly Hadir, Sunyi Berganti Ceria
Waktu berlalu, dan awal tahun 2025 membawa kejutan kecil. Seekor kucing betina dengan langkah anggun dan tatapan lembut mulai sering terlihat di halaman. Ia tak langsung akrab, namun perlahan-lahan mulai mendekat, membuka ruang untuk dikenal dan menyapa. Dialah Loly.
Tidak ada yang benar-benar merencanakan kehadiran Loly. Ia hadir begitu saja, seolah menjawab rindu yang belum sempat terucap. Dengan kesabaran khasnya, Loly merebut hati satu per satu staf sekretariat. Ia bukan pengganti Oyen, melainkan sosok baru yang membawa warna berbeda. Keanggunannya, sikap manja dan keakrabannya yang tumbuh hari demi hari menjadikannya bagian tak terpisahkan dari dinamika kehidupan di kantor.
Hadirnya Loly menjadi bukti bahwa seekor hewan pun mampu mengisi ruang sosial dan emosional manusia. Ia menjadi hiburan di tengah tekanan pekerjaan, menjadi alasan untuk tersenyum saat hari terasa berat. Dalam keheningan atau keramaian, Loly ada sebagai teman yang tak banyak bicara, namun hadir dengan kehangatan yang tak bisa diukur.
Pesan Kasih Sayang dalam Sunyi
Dalam tradisi Islam, memelihara kucing bukan sekadar hobi, tetapi juga bentuk kasih sayang yang diajarkan Rasulullah Muhammad SAW. Beliau dikenal sebagai penyayang kucing, bahkan dalam sebuah hadis dari Abdullah bin Umar, diceritakan tentang seorang wanita yang diadzab karena mengurung kucing tanpa memberinya makan hingga mati kelaparan. Hadis ini menjadi peringatan keras: bahwa kasih sayang kepada makhluk hidup bukan hal remeh, tapi bagian dari nilai kemanusiaan.
Dari sisi psikologis, interaksi dengan hewan peliharaan seperti Oyen dan Loly ternyata memiliki manfaat nyata. Menurut hasil penelitian Allen (2013), memelihara hewan kesayangan dapat meredakan stres dan kecemasan melalui pelepasan hormon oksitosin. Raina (2018) menegaskan bahwa orang yang memiliki hewan peliharaan cenderung memiliki tingkat kecemasan dan depresi yang lebih rendah. Bahkan penelitian Mc. Nicholas (2005) menunjukkan bahwa keberadaan hewan peliharaan mampu meningkatkan kualitas hidup, kebahagiaan, dan kepuasan hidup secara keseluruhan.
Oyen dan Loly bukan hanya dua ekor kucing; mereka adalah penjaga emosi yang setia, pengisi kekosongan yang tak kasat mata, dan bagian dari kehidupan yang membangun keseimbangan antara logika kerja dan kelembutan rasa.
Epilog: Kelembutan yang Tak Terucap
Di balik sunyi ruang kerja dan riuh tugas harian, Oyen dan Loly telah mengajarkan sebuah hikmah: bahwa perhatian, kasih sayang, dan kelembutan bisa datang dari makhluk kecil yang tak berkata-kata. Mereka hadir bukan hanya untuk dikelus atau diberi makan, tapi untuk membentuk rasa kemanusiaan kita menjadi lebih utuh.
Sekretariat Pendidikan Al-Zaytun tak sekadar tempat bekerja—ia adalah rumah. Dan di rumah itu, Oyen dan Loly telah meninggalkan jejak kasih yang tak mungkin dihapus oleh waktu. Sebab terkadang, yang mengisi hidup kita bukan mereka yang bersuara lantang, tapi yang hadir dengan kelembutan, dan pergi meninggalkan rindu yang tulus.**
Ali Aminulloh
—
![]()
