Aqiqah,Antara Tradisi,Simbol Dan Spiritualitas Menuju Generasi Beradab

Aqiqah, Antara Tradisi, Simbol Dan Spiritualitas Menuju Generasi Beradab


GANTAR-JAYA NEWS.COM – Rabu, 18 Juni 2025, menjadi momentum penuh makna bagi pasangan Mohammad Isa Asyrofudin dan Tsani. Hari itu, mereka merayakan rasa syukur atas kelahiran putri pertama mereka, Niunara Audy Asyrofudin, melalui prosesi Aqiqah—sebuah tradisi Islami yang sarat simbol dan spiritualitas. Acara dihadiri sejumlah kolega, sahabat dekat bertempat di kampus Al Zaytun.

Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan dzikir asmaul husna dan asmaun nabi. Dilanjutkan sambutan sang ayah, Moh. Isa Asyrofudin, yang penuh kehangatan dan kebahagiaan.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dr. Irvan Iswandi, SE., MT., Wakil Rektor Bidang Administrasi IAI Al Zaytun Indonesia, yang turut mendoakan keberkahan bagi keluarga muda ini. Selanjutnya, prosesi cukur rambut bayi dilakukan oleh kedua orang tua dan para sahabat, diiringi lantunan shalawat yang khusyuk.

Acara berlanjut dengan pesan-pesan bermakna oleh Ust. Dr. Ali Aminulloh, S.Ag., M.Pd.I., ME., dosen IAI Al Zaytun Indonesia.

Dalam paparannya, Ust. Ali menegaskan bahwa kelahiran anak bukan sekadar peristiwa biologis, tetapi sebuah perjalanan spiritual dan filosofis panjang yang patut direnungkan.

Ia mengutip firman Allah dalam Surat Al-Mu’minun ayat 12–14, yang menggambarkan detail proses penciptaan manusia—dari sari tanah, air mani, segumpal darah, daging, tulang, hingga menjadi makhluk yang sempurna. Di sinilah letak keagungan penciptaan, yang tidak hanya layak disyukuri, tetapi juga dimaknai secara mendalam oleh umat manusia.

Aqiqah dalam Perspektif Sains, Ruh, dan Neuropsikologi

Dalam konteks kekinian, tradisi seperti Aqiqah memiliki makna saintifik dan psikologis yang luar biasa. David Barker, seorang ahli _epigenetika_ , mengemukakan teori _Fetal_ _Programming_ —bahwa sejak usia 18 minggu kehamilan, kondisi psikologis ibu seperti emosi, makanan, dan suara, akan memengaruhi perkembangan genetik janin.
Islam bahkan telah mengantisipasi hal ini jauh sebelumnya. Dalam hadis riwayat Bukhari-Muslim, disebutkan bahwa pada usia 40 hari ruh telah ditiupkan ke dalam janin. Ruh ini adalah bagian dari ilahi, tanda kecerdasan tanpa batas. Maka, sejak saat itu, janin tak hanya tumbuh secara biologis, tetapi juga secara psikologis dan spiritual.

Inilah yang menjadi latar belakang berkembangnya tradisi-tradisi kehamilan seperti empat bulanan, tujuh bulanan, serta amalan membaca Al-Qur’an, bershalawat, dan bersedekah dalam ritus ritus tersebut. Semua ini merupakan upaya mengisi file spiritual anak sejak dalam kandungan. Dalam perspektif neuropsikologi, semua pengalaman ini direkam oleh otak bayi dan menjadi referensi emosional ketika dewasa.
Ketika anak lahir, adzan dan iqamah menjadi suara pertama yang ia dengar. Dari perspektif spiritual dan psikologis, ini adalah transisi dari alam rahim yang sempit menuju alam dunia yang luas, dibuka dengan kalimat-kalimat ilahiyah. Suara takbir, syahadat, ajakan bahagia, dan seruan shalat menjadi landasan batin bagi bayi dalam menyambut kehidupannya.

Simbol, Filosofi, dan Perjalanan Spiritualitas Bayi

Pada hari ketujuh, dalam masa neonatal , anak mengalami fase penting dalam perkembangan psikologi—yakni mulai mengenali rasa aman dan kepercayaan terhadap dunia luar. Dalam konteks inilah, Rasulullah ﷺ memberi teladan dengan melakukan tiga hal pada cucunya Hasan bin Ali: memberi nama, mencukur rambut, dan menyembelih hewan Aqiqah. Pada saat itu pula Rasulullah memberi contoh untuk sering memeluk dan mencium bayi sesering mungkin.
Pemberian nama bukan sekadar label, melainkan doa dan identitas spiritual. Ustadz Ali mengutip teori Carl Rogers, yang menjelaskan bahwa nama membentuk _self_ – _concept_ —citra diri yang berpengaruh pada psikologis anak. Dalam Islam pun, Rasulullah bersabda:
“Tasammu bi ismī… wa lā takannu bi kunyatī.”
(“Berilah nama dengan namaku, dan jangan beri gelar dengan gelarku.”)
Dalam konteks itu, Mas Isa memberikan puteri tercintanya, Niunara Audy Asyrofudin, dirancang penuh makna diambil dari 3 bahasa:
“Niu Nara” (Sansekerta): “Niu” berarti kelapa, lambang keberkahan dan ketahanan. “Nara”: jiwa penuh nilai dan makna.
“Audy” bahasa Anglo Saxon, berarti bangsawan perempuan yang mulia, dan
“Asyrofudin” bahasa Arab bermakna kemuliaan agama, demikian jelasnya.
Nama ini bukan hanya doa, tetapi harapan besar terhadap perjalanan spiritual dan intelektual sang anak.

Selanjutnya, tradisi mencukur rambut dan menimbangnya untuk disedekahkan senilai emas adalah lambang peralihan dari alam rahim ke dunia luar. Rambut sebagai mahkota alam janin, diganti dengan mahkota ilmu dan spiritualitas. Ini juga menjadi pelajaran kerendahan hati dan keikhlasan: bahkan sejak dini, manusia diajarkan untuk berbagi.
Terakhir, penyembelihan kambing/domba—dua ekor untuk anak laki-laki dan satu untuk perempuan—mengandung simbol penting: pengendalian sifat kehewanan dalam diri manusia. Dalam istilah filsafat, al-insān ḥayawān nāṭiq—manusia adalah hewan yang berpikir. Maka, Aqiqah menjadi tanda pembebasan jiwa manusia dari dominasi naluri hewani, menuju fitrah sebagai khalifah di bumi.

Epilog: Awal dari Sebuah Perjalanan Kehidupan

Aqiqah bukanlah akhir dari kebahagiaan kelahiran, tapi permulaan tanggung jawab orang tua untuk menanamkan nilai-nilai luhur kepada sang anak. Ia bukan sekadar kenduri, tetapi ritual edukatif dan spiritual yang menyiapkan generasi baru menuju peradaban yang bermartabat.
Melalui simbol, sunnah, dan pemaknaan mendalam, Aqiqah menjadi batu pertama membangun karakter manusia—sejak lahir hingga akhir hayat. Dan bagi pasangan Moh. Isa Asyrofudin dan Tsani, hari kelahiran putrinya adalah awal dari sebuah misi besar: membesarkan jiwa yang tangguh, bijak, dan membawa cahaya bagi dunia.

Acara ditutup dengan pantun indah.
Lagu nostalgia menyentuh rasa
Semakin meriah, berpadu Irama
Selamat bahagia tsani dan mas isa
Mendapat anugerah puteri pertama

” Pergi ke Mekah, melihat goa
Di gurun sahara, ada padang karbala
Dengan akikah, panjatkan doa
Kiranya niu nara, jadi puteri mulia “
_Cakeeep_(**)


Ali Aminulloh,Kontributor Jaya-News.com,melporkan langsung.


—-

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!