Pelaksanaan Idul Adha Di Al-Zaytun, Momen Spiritualitas Menuju Revolusi Pendidikan Dan Cinta Kemanusiaan
**Laporan langsung Kontributor Khusus Jaya-News.Com
INDRAMAYU-JAYA NEWS.COM – Setiap datangnya Idul Adha, suasana di Al-Zaytun senantiasa menyimpan kerinduan mendalam. Tak hanya sebagai momen ibadah, namun juga ruang inspirasi bagi para civitas akademika, wali santri, dan masyarakat luas. Sejak jauh hari, perayaan ini ditunggu-tunggu. Sebab, dalam setiap khutbah Idul Adha, Syaykh Al-Zaytun selalu menyampaikan gagasan yang segar, menggugah, dan membangkitkan kesadaran.
Pada tahun 1446 Hijriah bertepatan dengan tanggal 6 Juni 2025, khutbah beliau mengambil arah yang menggugah sekaligus membangkitkan harapan: pentingnya melakukan transformasi revolusioner dalam dunia pendidikan Indonesia.
Di hadapan ribuan jamaah Shalat Id Adha yang memadati Masjid Rahmatan Lil Alamin, Syaykh menyerukan ajakan untuk mencurahkan pikiran, tenaga, dan potensi demi membuktikan bakti kepada negeri melalui pendidikan yang bermartabat.
“Idul Qurban ini bukan hanya tentang menyembelih hewan. Tapi tentang menyembelih ego kita, dan mempersembahkan segenap potensi kita bagi pembangunan bangsa, inilah pesan yang ditangkap dari hari raya Qurban,” seru Syaykh.
Ribuan Wali Santri Hadir, Menyatukan Cinta dan Doa
Tak kurang dari seribu orang wali santri hadir tahun ini, datang dari berbagai berbagai daerah. Mereka tak hanya mengikuti shalat berjamaah, tapi juga memanfaatkan kesempatan ini untuk menengok dan menyemangati putra-putri tercinta yang menuntut ilmu di Ma’had Al-Zaytun.
Kebersamaan ini menjadi penguat ikatan emosional antara keluarga dan lembaga pendidikan. Momentum yang langka, sekaligus penuh makna — tempat haru, doa, dan harapan menyatu dalam takbir dan gema cinta untuk anak-anak yang sedang dibina menjadi generasi pembaru.
Distribusi Hewan Qurban: Menyentuh Lebih dari Enam Ribu Jiwa
Tak hanya jamaah yang hadir merasakan kemuliaan Idul Adha. Masyarakat sekitar pun turut merasakannya melalui program Bakti Udhiyah Ma’had Al-Zaytun. Tahun ini, sebanyak 191 hewan qurban disembelih, terdiri dari 32 sapi, 38 kambing, dan 121 domba.
Distribusi daging qurban menyasar 6.081 penerima manfaat, dengan rincian 3.816 menerima paket lengkap berisi 1,8 kg daging segar dan 5 kg beras, sementara 2265 orang menerima daging saja. Distribusi ini menjangkau berbagai lapisan masyarakat — dari warga sekitar kampus hingga komunitas-komunitas petani dan buruh.
Lebih dari sekadar pembagian, ini adalah manifestasi cinta dan solidaritas sosial. Suatu bentuk kehadiran nyata Al-Zaytun di tengah masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan hidup.
Qurban Dikirim Hidup ke Daerah, Bersama Masyarakat Menyembelihnya
Yang menarik, beberapa hewan qurban dikirim dalam keadaan hidup ke daerah-daerah seperti Gresik (Jawa Timur), Menes (Banten), Lembang (Bandung), Cipatujah (Tasikmalaya), dan Gandul (Depok). Di sana, qurban disembelih bersama masyarakat, mempererat ikatan ukhuwah dan kepercayaan antara Ma’had dan masyarakat.
Gresik: 2 sapi untuk 604 penerima
Menes-Banten: 1 sapi untuk 267 penerima
Gandul-Depok: 4 kambing untuk 28 penerima
Lembang-Bandung: 7 kambing untuk 139 penerima
Cipatujah-Tasikmalaya: 3 kambing untuk 121 penerima.
Sementara itu, hewan yang disembelih di kampus diproses di RPH Al-Zaytun oleh personel bersertifikat, dengan memegang teguh etika penyembelihan sesuai tuntunan Rasulullah: “Idza dhabbahtum fa ahsinu ad-dhibhah” — jika kalian menyembelih, maka lakukanlah dengan cara terbaik.”
Hewan-hewan ditempatkan di ruang tenang sebelum disembelih agar tidak stres. Proses stunning dilakukan untuk meminimalkan rasa sakit. Penyembelihan dilakukan dengan penuh kasih, ketertiban, dan adab — nilai-nilai yang ditanamkan oleh Syaykh Al-Zaytun.
Dari Pelajar Hingga Guru, Semua Turut Berkhidmat
Selepas penyembelihan, proses pengulitan, pencacahan, pemisahan bagian tubuh hewan, hingga pengemasan dilakukan secara gotong royong oleh pelajar, guru, dan karyawan. Inilah momen pendidikan spiritual yang nyata, di mana ilmu, amal, dan adab berpadu dalam satu gerakan kolektif.
Distribusi dilakukan selama empat hari:
1.Hari pertama (6 Juni 2025): Untuk anggota JKI dan P3KPI di wilayah kampus seperti Gantar, Haurgeulis, Kroya, Gabus Wetan, dan Anjatan.
JKI: 893 orang
P3KPI: 1.041 orang
Buruh tani dan tokoh masyarakat: 174 orang
2.Hari kedua (7 Juni 2025): Untuk JKI di Indramayu (482 orang), Kota/Kab. Cirebon (244 orang), dan 916 karyawan Al-Zaytun.
3.Hari ketiga (8 Juni 2025): Untuk guru, dosen, dan rekanan Mahad Al Zaytun sebanyak 1.015 penerima
4.Hari keempat (9 Juni 2025): Untuk masyarakat penerima di Jakarta dan Depok.
Di tengah kesulitan ekonomi masyarakat dan keresahan sosial,Ma’had Al-Zaytun, hadir menjadi sumber penguatan spiritual,sosial dan ekonomi masyarakat.***
Ali Aminulloh
—
![]()
