Tutor PKBM Al-Zaytun Ikuti Pelatihan Pelaku Didik Berkelanjutan: Teguhkan Komitmen Indonesia Emas 2045

Tutor PKBM Al-Zaytun Ikuti Pelatihan Pelaku Didik Berkelanjutan: Teguhkan Komitmen Indonesia Emas 2045

INDRAMAYU-JAYA NEWS.COM – Minggu 8 Juni 2025,menjadi momentum penting bagi para tutor Pendidikan Kesetaraan di PKBM Al-Zaytun. Sebanyak 25 orang tutor mengikuti sesi kedua Pelatihan Pelaku Didik Berkelanjutan, sebuah program penguatan kapasitas yang dirancang untuk menjawab tantangan pendidikan abad ke-21. Pelatihan ini menghadirkan narasumber nasional, Prof. Drs. Triyono Bramantyo, M.Musc.Ed., Ph.D., yang memaparkan tentang kurikulum pendidikan berbasis LSTEAM—Law, Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics—sebuah pendekatan multidisipliner yang diyakini mampu membentuk generasi unggul dan adaptif di tengah perubahan zaman yang kian cepat. Beliau secara khusus memaparkan pada aspek Art atau pendidikan seninya.

Pelatihan ini diikuti oleh pelaku pendidikan dari berbagai elemen: pengurus yayasan, dosen, guru, unit pendukung seperti penyedia dan penyaji makanan, petugas keamanan, layanan kesehatan, laundry, hingga perwakilan wali santri, mahasiswa, dan pelajar Madrasah Aliyah, termasuk para tutor PKBM. Semuanya hadir dalam satu semangat: membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, profesional, dan berkelanjutan.

Syaykh Al-Zaytun dan Gagasan LSTEAM: Transformasi Pendidikan yang Visioner

Di balik terselenggaranya pelatihan ini, terdapat visi besar dari Syaykh Al-Zaytun, Abdussalam Panji Gumilang, yang tak pernah berhenti berinovasi dalam membangun peradaban melalui transformasi pendidikan. Gagasan LSTEAM yang menjadi materi utama pelatihan ini sejatinya lahir dari visi Syaykh untuk menjawab kebutuhan zaman dengan pendekatan yang integratif dan kontekstual. Pendidikan tidak cukup hanya membentuk kecerdasan logis, tetapi juga harus menyentuh ranah hukum, teknologi, seni, dan etika.

Bagi Syaykh Panji Gumilang, pendidikan adalah jalan paling beradab untuk membangun bangsa. Melalui LSTEAM, Al-Zaytun memperkenalkan pendekatan kurikulum yang membekali peserta didik dengan pengetahuan multidimensi dan keterampilan abad ke-21, tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan. Ini adalah bagian dari grand design Al-Zaytun sebagai pusat pengembangan budaya toleransi dan perdamaian yang berakar kuat dalam pendidikan.

Membangun Guru Berkualitas: Konduktor dalam Orkestra Pendidikan

Dalam paparannya, Prof. Bramantyo menekankan pentingnya peran guru sebagai kunci keberhasilan pendidikan. Sebagaimana diungkapkan oleh ilmuwan pendidikan Indonesia, Prof. Yohanes Surya, Ph.D., “Tidak ada murid yang bodoh, yang ada adalah murid yang belum mendapatkan guru yang baik dan metode yang tepat.” Guru adalah konduktor dalam orkestra kehidupan. Jika alat musik yang beragam dapat berpadu harmonis di bawah arahan konduktor, maka potensi anak-anak pun akan bangkit ketika guru memahami karakter dan kekuatan unik yang dimiliki setiap peserta didik.

Ungkapan ini meneguhkan satu hal: bahwa sejatinya setiap anak adalah pemenang dalam kompetisi kehidupan. Mereka lahir sebagai makhluk unggul, hasil dari seleksi alami miliaran sperma yang berpadu dengan satu ovum. Tugas dunia pendidikanlah—dan para gurulah—yang harus mengasah potensi unggul itu menjadi nyata dan berdampak.

PKBM Al-Zaytun: Sinergi dalam Visi Pendidikan Al Zaytun

Sebagai pusat pendidikan yang mengedepankan nilai-nilai toleransi dan perdamaian, Al-Zaytun terus melakukan peningkatan kapasitas sumber daya manusianya. Tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam membangun kultur kerja yang kolaboratif dan inklusif. Pelatihan Pelaku Didik Berkelanjutan menjadi salah satu ikhtiar nyata untuk memperkuat peran para pendidik dan penggerak pendidikan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045—dua dekade ke depan yang menuntut kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas dari seluruh elemen bangsa.

Kepala PKBM Al-Zaytun, Dr. Ali Aminulloh, M.Pd.I., ME. mengajak para tutor untuk memanfaatkan pelatihan ini sebagai bekal dalam menjalankan tugas pendampingan kepada warga belajar. Menurut beliau, pelatihan ini bukan sekadar formalitas, tetapi ruang pembaruan wawasan dan penyegaran motivasi. “Mari jadikan pelatihan ini sebagai pijakan untuk terus memperbaiki kualitas pembelajaran di kelas dewasa. Jadilah pembimbing yang tidak hanya mengajar, tetapi juga menginspirasi dan menumbuhkan semangat belajar sepanjang hayat,” ajaknya penuh keyakinan.

Kehadiran satuan pendidikan kesetaraan seperti PKBM Al-Zaytun dalam barisan ini bukanlah pelengkap, melainkan pilar penting dalam gerakan pendidikan nasional. Kelas Dewasa PKBM Al-Zaytun telah menjadi ruang pengabdian alumni yang kini telah menyelesaikan studi sarjana mereka. Bahkan, sebagian tengah menempuh jenjang magister, seperti Hartono, S.Pd., koordinator tutor yang kini melanjutkan studi S2 di Universitas Islam Syaifudin Zuhri, Purwokerto dan 4 tutor lainnya di program pascasarjana sarjana universitas lainnya.

Dengan rasa haru, Hartono menyatakan rasa bangga dan syukurnya, “Kami sangat senang dan bangga menjadi bagian dari PKBM Al-Zaytun. Ini bukan sekadar tempat belajar, tetapi ruang pengabdian untuk membangun peradaban dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Indramayu.”

PKBM Al-Zaytun: Bukan Sekadar Kesetaraan, Tapi Kualitas Sejajar

Keterlibatan aktif para alumni PKBM dalam pelatihan ini menjadi bukti bahwa pendidikan kesetaraan bukanlah pilihan kedua atau alternatif darurat. Di Al-Zaytun, PKBM disejajarkan dengan pendidikan formal lainnya, baik dari segi kualitas, fasilitas, maupun orientasi masa depan. Para tutor bukan hanya pengajar, tetapi juga pembelajar sepanjang hayat—siap menularkan semangat belajar dan tumbuh kepada warga belajar yang mereka dampingi.

Dalam ekosistem pendidikan seperti ini, para warga belajar PKBM diingatkan bahwa mereka bukan warga kelas dua. Mereka adalah bagian dari gerakan besar pembangunan bangsa, yang memiliki peran dan kontribusi nyata. Kepercayaan diri, kebanggaan terhadap almamater, dan semangat belajar sepanjang hayat harus terus dibangun—karena dari ruang-ruang kelas sederhana PKBM inilah benih-benih perubahan lahir dan bertumbuh.

Epilog: Menuju Indonesia Bangkit dari Dalam

Indonesia Emas 2045 bukanlah utopia. Ia bisa diraih manakala pendidikan menjadi fondasi yang kokoh. Dan pendidikan yang kokoh hanya bisa dibangun oleh pelaku-pelaku didik yang berkualitas, berkarakter, dan berjiwa pengabdian. Di sinilah peran strategis PKBM Al-Zaytun: mendidik dengan hati, memanusiakan manusia, dan menumbuhkan martabat bangsa dari akar rumput.

Bravo PKBM Al-Zaytun. Teruslah menjadi pelita dalam gelap, jembatan harapan bagi yang ingin bangkit, dan rumah besar bagi mereka yang ingin tumbuh tanpa batas.


Ali Aminulloh

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!